|"gajahputihnews.com"|Remukut, Pantan Cuaca — Sabtu malam (21/02/2026) menjadi saksi nyata bagaimana kehadiran TNI bukan hanya soal pertahanan negara, tetapi juga soal kemanusiaan dan pengabdian tanpa pamrih.
Pasca pelaksanaan ibadah dan kembali ke Posko Penanggulangan Bencana (Gulbencal), personel Yonif TP 855/RD menerima laporan darurat dari seorang warga bernama Sdr. Riski. Laporan tersebut diterima langsung oleh Serda Arya, yang menginformasikan telah terjadi kecelakaan tunggal berupa satu unit kendaraan Suzuki Katana yang terbalik di jalur penghubung antara Desa Remukut dan Desa Tetinggi.
Kecelakaan terjadi akibat kendaraan gagal menanjak di medan curam setelah mesin mendadak mati, menyebabkan kendaraan kehilangan kendali dan terbalik di badan jalan. Jalur tersebut dikenal sebagai akses vital antar desa yang memiliki kontur ekstrem, minim penerangan, serta rawan kecelakaan, terutama pada malam hari.
Tanpa buang waktu—tanpa rapat panjang, tanpa birokrasi ribet—Letnan Dua Inf Al-Aziz, A.Md., selaku perwira tertua di lapangan, langsung mengambil kendali situasi. Pada pukul 20.00 WIB, ia menginstruksikan personel untuk segera bergerak menuju lokasi kejadian.
Setibanya di Tempat Kejadian Perkara (TKP), para prajurit langsung melakukan tindakan evakuasi secara taktis dan terukur. Kendaraan yang terbalik segera diamankan, posisi jalan dinormalkan, serta area sekitar disterilkan untuk mencegah potensi kecelakaan lanjutan. Fokus utama: keselamatan warga dan kelancaran akses transportasi antar desa.
Tidak hanya berhenti pada proses evakuasi, personel Yonif TP 855/RD juga melakukan pengamanan jalur, pengaturan lalu lintas darurat, serta pemantauan titik-titik rawan di sepanjang akses jalan Remukut–Tetinggi. Langkah ini dilakukan sebagai upaya preventif untuk mencegah insiden susulan, mengingat kondisi geografis wilayah yang ekstrem dan cuaca malam yang tidak bersahabat.
“Ini bukan soal tugas semata, ini soal tanggung jawab moral. Negara hadir bukan hanya saat upacara, tapi saat rakyat butuh bantuan nyata,” ujar salah satu personel di lokasi dengan nada tegas namun rendah hati.
Aksi cepat ini mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Warga menilai kehadiran personel Yonif TP 855/RD bukan hanya sebagai aparat keamanan, tetapi sebagai penjaga kehidupan sosial masyarakat desa—hadir, sigap, dan solutif.
Hingga saat ini, personel masih disiagakan di sejumlah titik rawan untuk memastikan akses jalan antar desa tetap aman, lancar, dan dapat digunakan masyarakat tanpa risiko lanjutan. Ini bukan sekadar patroli—ini pengabdian lapangan, real action, real impact.
Di tengah keterbatasan fasilitas, medan berat, dan kondisi geografis yang menantang, Yonif TP 855/RD membuktikan bahwa profesionalisme TNI bukan jargon, tapi praktik nyata. Bukan slogan, tapi kerja konkret.
Sederhana tapi dalam:
Negara hadir. TNI bergerak. Rakyat terlindungi.
Dan di jalan gelap yang curam itu, di antara sunyi malam Pantan Cuaca, satu nilai tetap menyala terang:
RAKSAKA DHARMA
Berani. Benar. Setia.


Social Header
Kontributor