Warga Padati Pendopo Aceh Harapkan Bantuan Meugang
“Akhirnya penantian warga masyarakat yang telah dua hari memenuhi area belakang pendopo sejak pagi dini hari terjawab sudah pada siang harinya dengan pembagian uang capek untuk orang dewasa (orang tua)100 ribu dan untuk anak-anak 20 ribu”.
BANDA ACEH — Tradisi meugang yang telah mengakar secara turun-temurun di Aceh tahun ini tak sepenuhnya dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat. Tekanan ekonomi dan keterbatasan pendapatan membuat sebagian warga, khususnya dari kalangan menengah ke bawah, kesulitan memenuhi kebutuhan meugang menjelang Ramadhan.
Kondisi tersebut terlihat dari membludaknya masyarakat yang mendatangi Pendopo Gubernur Aceh sejak Selasa (17/2/2026) hingga berlanjut ke Rabu dini hari (18/2/2026). Warga berharap adanya kepedulian sosial dari pemerintah daerah sebagai bentuk perhatian terhadap rakyat kecil.
“Pendapatan dan pekerjaan saat ini jauh dari harapan. Hingga meugang terakhir ini, kami sangat berharap perhatian dari pemerintah,” ujar Tgk. Budiman Hasyim kepada awak media GPNews saat ditemui di lokasi.
Sekitar pukul 13.15 WIB, harapan warga mulai terjawab setelah tim Pendopo Gubernur turun langsung menemui masyarakat. Bantuan tunai dibagikan sebesar Rp. 100.000 per orang dewasa dan Rp. 20.000 untuk anak-anak.
Namun, pada pukul 14.00 WIB, pintu gerbang utama pendopo ditutup. Sejumlah warga yang belum sempat menerima bantuan terpaksa tertahan di luar. Awak media yang hendak melakukan klarifikasi juga tidak diizinkan masuk ke area pendopo.
Situasi di luar pagar sempat memanas, namun berkat kesigapan aparat keamanan dari unsur kepolisian dan Satpol PP–WH, kondisi segera terkendali. Keadaan berangsur kondusif dan tertib tanpa insiden berarti.
Namun hingga berita ini diturunkan pukul 16: 16 Wib sebahagian warga masyarakat yang belum kebahagiaan masih menunggu dipintu gerbang masuk area belakang pendopo.


Social Header
Kontributor