|"gajahputihnews.com"|Gayo Lues – Semangat kebersamaan terpancar jelas di Desa Gumpang Lempuh hari ini. Babinsa Koramil 09/Putri Betung bersama personel BKO Batalyon TP 855/Raksaka Dharma terjun langsung mendampingi masyarakat dalam melanjutkan pembangunan jembatan gantung desa. (25 Februari 2026)
Fokus kegiatan kali ini adalah tahap krusial, yaitu pemasangan tali sling (baja) bagian bawah.
Pembangunan kembali jembatan ini menjadi prioritas utama mengingat urgensinya bagi ekonomi warga. Sejak jembatan lama luluh lantak akibat bencana banjir, akses transportasi terputus, yang berdampak langsung pada merosotnya hasil panen pertanian masyarakat setempat secara drastis.
Gotong Royong di Atas Keterbatasan
Yang luar biasa dari aksi ini adalah sumber dana pembangunan yang berasal sepenuhnya dari swadaya masyarakat. Di tengah keterbatasan, warga tetap gigih mengumpulkan dana demi memulihkan urat nadi perekonomian mereka.
"Kami sebagai Babinsa selalu memberikan dukungan penuh dan motivasi kepada warga. Kami ingin masyarakat merasa tidak sendirian. Beban pembangunan jembatan ini harus kita pikul bersama-sama agar segera tuntas dan bisa dinikmati manfaatnya," ujar perwakilan Babinsa Koramil 09/Putri Betung di sela-sela kegiatan.
Pembangunan jembatan gantung ini diharapkan dapat:
Memulihkan Ekonomi: Mengembalikan kelancaran distribusi hasil tani sehingga pendapatan masyarakat kembali stabil.
Akses Mobilitas: Mempermudah akses pendidikan bagi anak sekolah dan akses kesehatan bagi warga desa.
Mempererat Kemanunggalan: Menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mengatasi kesulitan di wilayah.
"Kami sangat berterima kasih kepada Bapak-bapak TNI dari Koramil dan Batalyon 855 yang sudah ikut berkeringat bersama kami. Sejak jembatan putus, hasil tani kami susah dibawa keluar dan harganya jatuh. Dengan bantuan tenaga dan motivasi dari TNI, kami jadi lebih semangat untuk menyelesaikan jembatan swadaya ini."
— Perwakilan Tokoh Masyarakat Desa Gumpang Lempuh.
(Kang Juna)

Social Header
Kontributor