Breaking News

Sapi Meugang Rp4,3 Miliar Disorot: Data Tak Sinkron, Publik Minta Transparansi


|"gajahputihnews.com"|Gayo Lues – Program bantuan pengadaan sapi meugang bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Gayo Lues kembali jadi perbincangan. Bantuan yang disebut berasal dari Presiden RI Prabowo Subianto dengan nilai anggaran Rp4,3 miliar kini bukan sekadar angka, tetapi memantik tanda tanya soal kejelasan data dan transparansi pelaksanaan.Perhatian publik tersedot setelah muncul perbedaan informasi di ruang publik. Di media sosial, beredar pernyataan yang menyebut jumlah bantuan sapi meugang lebih dari 200 ekor. Namun, video yang beredar luas memperdengarkan suara Bupati Gayo Lues dengan angka berbeda.


Dalam rekaman tersebut, bupati menegaskan pola pembagian.Jangan dilihat banyak sedikitnya, karena ukurannya bukan kilo, tapi sapi yang sampai ke desa dipotong bagi rata. Kita bersyukur mendapatkan jumlah sapi 86 ekor, dananya sekitar Rp4,3 miliaran, demikian pernyataan yang terdengar.Perbedaan angka itu langsung memantik reaksi. Warga menilai pemerintah daerah perlu segera meluruskan informasi agar tidak menimbulkan kegaduhan berkepanjangan.Publik berhak tahu mana data yang benar,ujar seorang warga di Blangkejeren.


Tak hanya jumlah sapi, isu harga ikut mengemuka. Sejumlah warga menyebut harga sapi di Medan berkisar Rp16 juta per ekor. Mereka menilai perlu ada kejelasan mengenai standar harga, spesifikasi ternak, serta asal sapi dalam program bantuan tersebut.Aktivis pun angkat suara. Mereka mendesak keterbukaan penuh, mulai dari perencanaan, mekanisme pengadaan, hingga distribusi ke kecamatan terdampak. Anggaran miliaran rupiah tak boleh dikelola dengan informasi yang simpang siur,tegas seorang aktivis lokal.


Situasi ini mendorong sebagian masyarakat meminta Aparat Penegak Hukum (APH) melakukan klarifikasi. Langkah itu dianggap penting untuk memastikan kesesuaian data, akurasi belanja, dan akuntabilitas penggunaan anggaran publik.Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan rinci dari Dinas Sosial Kabupaten Gayo Lues terkait perbedaan jumlah sapi yang beredar. Publik kini menunggu jawaban resmi bukan sekadar klarifikasi lisan, tetapi data yang terbuka dan dapat diuji.


(Kang Juna)

© Copyright 2022 - gajah putih News.com