Yayasan Cakra Donya Atjeh Akselerasi Pemulihan Pasca-Banjir Aceh, Soroti Keadilan Bagi Korban di Tahap Rehabilitasi
Mediagajahputihnews.com | Wilayah Pulau Weh
GPN-News | BANDA ACEH,12 Januari 2026 – Yayasan Cakra Donya Atjeh (CDA) terus menunjukkan komitmennya dalam penanggulangan bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh sejak November 2025. Di bawah instruksi Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf, Yayasan CDA bergerak secara sporadis menyalurkan bantuan logistik sekaligus mengawal proses pemulihan infrastruktur di berbagai wilayah terdampak.
Respons Cepat dan Solidaritas Global
Ketua Dewan Pengawas Yayasan CDA, Hanafiah, memimpin langsung pendistribusian bantuan logistik ke titik-titik krusial. Ia menjelaskan bahwa kebutuhan pokok seperti sembako dan perlengkapan darurat segera disalurkan untuk memastikan warga tidak kekurangan pangan di masa krisis.
"Bantuan ini merupakan hasil kolaborasi dari internal yayasan serta dukungan donatur, baik dari rekanan di luar Aceh maupun mancanegara. Kami memastikan seluruh bantuan tersalurkan secara transparan dan tepat sasaran sejak hari pertama musibah terjadi," ujar Hanafiah kepada awak media di Banda Aceh.
Tak Sekadar Logistik: Evakuasi dan Perbaikan Akses
Lebih dari sekadar bantuan pangan, Yayasan CDA menerjunkan tim relawan ke wilayah Pidie Jaya, Aceh Tamiang, dan kabupaten terdampak lainnya. Fokus utama tim di lapangan adalah membantu evakuasi warga, pembersihan material lumpur, serta perbaikan akses jalan yang terputus guna memperlancar arus bantuan.
"Wakil Ketua dan Bendahara Yayasan turun langsung memimpin koordinasi di lapangan. Perbaikan infrastruktur darurat adalah prioritas agar mobilitas warga kembali normal dan distribusi bantuan tidak terhambat," tambah Hanafiah.
Mengawal Tahap Rehab-Rekon: Menghindari "Korban Kebijakan"
Memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon), Sekretaris Jenderal Yayasan CDA, Irwan Syahputra (yang akrab disapa Syech Wan), memberikan catatan kritis terkait keadilan bagi para korban. Selain menyiagakan tim kesehatan, Syech Wan menekankan pentingnya akurasi data bantuan rumah agar tidak menimbulkan konflik sosial.
Syech Wan menyoroti potensi masalah pada korban banjir yang tinggal di rumah sewa. Seringkali, bantuan rumah hanya ditujukan kepada pemilik properti, sementara penyewa yang kehilangan harta benda luput dari perhatian.
"Kita harus memastikan jangan sampai masyarakat yang sudah menjadi korban bencana, kembali menjadi 'korban kebijakan' karena pendataan yang tidak berpihak. Perlu ada solusi nyata bagi warga penyewa yang kehilangan segalanya," tegas Syech Wan.
Ia menambahkan bahwa Yayasan CDA siap hadir sebagai pihak penengah (mediator) antara masyarakat dan pemerintah untuk memastikan proses transisi pascabencana berjalan adil tanpa ada pihak yang terzalimi.
Komitmen Berkelanjutan
Menutup keterangannya, pimpinan Yayasan CDA menegaskan bahwa peran mereka tidak akan berhenti pada masa darurat saja. Pendampingan akan terus dilakukan hingga tahap pemulihan total tercapai.
"Harapan kami adalah Aceh cepat pulih dan bangkit kembali. Kami akan terus mengawal proses ini hingga masyarakat benar-benar dapat kembali hidup dengan layak," pungkas mereka.
~Laporan Pers GPN Sabang News Oleh Kabiro -Eric Karno
~Sumber -IrwsnSyah Aceh
Social Header
Kontributor