"Menembus Batas! Perjuangan Syech Wan di Tengah Kelumpuhan Banjir Dan Longsor Aceh"
Mediagajahputihnews.com | Wilayah Pulau Weh
*GPN News | BANDA ACEH –| 7 Januari 2026-Di tengah terjangan banjir dan longsor yang melumpuhkan 18 kabupaten/kota di Aceh, sebuah upaya kemanusiaan masif bergerak di bawah radar keheningan sinyal. Irwan Syahputra, yang akrab disapa Syech Wan, Ketua Lembaga Petani Peternak Muda Milenial Indonesia (PAMI), menjadi motor penggerak evakuasi dan penyaluran bantuan di saat akses fisik maupun komunikasi terputus total.
Navigasi di Tengah Pemadaman Total
Bencana ini bukan sekadar genangan air; ia adalah kehancuran ekonomi bagi ribuan petani dan peternak. Meski nyawa warga berhasil diselamatkan melalui evakuasi cepat, harta benda, rumah, serta lahan pertanian dan peternakan yang menjadi urat nadi ekonomi rakyat hancur tertimbun lumpur.
"Kami bergerak di titik buta. Listrik padam, jalan terputus, dan jaringan hilang. Anggota kami di lapangan harus berjuang mencari titik koordinat yang memiliki sinyal hanya untuk mengirimkan kabar darurat," ujar Syech Wan.
Menghadapi kebuntuan jalur darat, Syech Wan yang juga menjabat sebagai Sekjen SEKBER (Sekretariat Bersama) Relawan Mualem-DekFadh, mengambil langkah strategis. Mengingat urgensi logistik dan pakaian yang sangat mendesak—karena semua harta benda warga tertanam lumpur—ia membuka posko dan mengkoneksikan semua pihak, dan mengoordinasikan jalur udara sebagai solusi terakhir.
Diplomasi Kemanusiaan dan Respon Cepat
Sinergi lintas sektoral menjadi kunci keberhasilan operasi ini:
Operasi Udara: Melalui koordinasi cepat dengan Lanud Sultan Iskandar Muda (SIM), pada titik keberadaan korban yang diberikan, helikopter pun dikerahkan untuk menjangkau titik-titik kritis tersebut, seperti di Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Tamiang serta wilayah lainnya. Logistik dijatuhkan langsung ke wilayah yang terisolasi.
Akses Medis Darurat: Tanpa menunda waktu, Syech Wan menjalin komunikasi langsung dengan Kepala IGD RSUDZA untuk menerjunkan tim medis ke lapangan. Tim dokter dan obat-obatan bergerak cepat menembus wilayah bencana guna memberikan perawatan pada korban di zona paling terdampak.
Solidaritas Internasional: Lewat Yayasan Cakra Donya Atjeh, Syech Wan selaku Sekjen Yayasan berhasil mengundang donatur luar negeri. Meski terkendala status bencana yang bukan merupakan "Darurat Nasional", para donatur diarahkan untuk berbelanja logistik di pasar lokal guna mempercepat distribusi sekaligus menggerakkan ekonomi daerah yang terdampak.
Ujian Kepedulian di Masa Rekonstruksi
Kini, saat air sudah surut meski terkadang hujan terus berlanjut, tantangan baru muncul: Rehabilitasi dan Rekonstruksi. Syech Wan menegaskan bahwa fase ini memerlukan kebijakan yang adil, merata, dan tepat sasaran agar masa-masa sulit rakyat bisa terlewati dengan martabat. Semua pihak harus terbuka dalam melaksanakan tugas, hak dan kewajiban, kami terus memantau perkembangan serta mengawasi serta langkah penanganan.
"Hari ini, rakyat dapat melihat dengan jernih siapa yang benar-benar peduli saat mereka jatuh, dan siapa yang hanya butuh dengan rakyat saat momen tertentu saja," tegas Syech Wan.
Ia menutup pernyataannya dengan komitmen bahwa seluruh relawan akan tetap di lapangan hingga situasi benar-benar pulih.
~Reporter Pers GPN Sabang News Oleh Kabiro -Eric Karno
~Sumber-Irwansyah Aceh
Social Header
Kontributor