Breaking News

Jejak Sunyi Sang Perintis : Sayed Djamaluddin,Salah Seorang Inisiator Kebangkitan Wisata Iboih Sabang | GPN NEWS


Jejak Sunyi Sang Perintis: Sayed Djamaluddin, Salah Seorang Inisiator Kebangkitan Wisata Iboih Sabang

Mediagajahputihnews.com | Wilayah Pulau Weh 
Sabang,Aceh| 6 Januari 2026 — Di balik gemuruh mesin speedboat dan riuh wisatawan yang kini memadati pesisir Iboih, tersimpan jejak sejarah panjang yang jarang diungkap. Iboih tidak lahir sebagai destinasi unggulan secara instan. Kawasan wisata bahari kebanggaan Kota Sabang ini tumbuh dari kerja keras, keberanian, dan visi jauh ke depan seorang perintis, Sayed Djamaluddin bersama sahabat-sahabatnya.

Hampir semua sahabatnya yang ikut bersama-sama menginisiasi pembukaan lokasi Iboih telah meninggal dunia. Mereka adalah Doden dan Amin yang sama-sama berperan sebagai guide, dan Misran yang tinggal di Iboih. Yang masih ada adalah Ratna Munap, pensiunan pegawai Kantor Wali Kota Sabang. Ia sebagai ketua juru masak,  karena ia pandai masakan Jepang dan lain-lain. Mereka pernah menerima rombongan mantan jenderal Jepang yang pernah tinggal d Sabang. Di masa itu, Keuchik Iboih adalah Keuchik Muchtar.

Hari ini, Iboih dikenal luas sebagai ikon wisata bahari Sabang, tidak hanya di Aceh tapi Nasional maupun internasional. Deretan perahu wisata, aktivitas snorkeling, diving, hingga paket unggulan Dolphin Trip menjadi magnet wisatawan domestik maupun mancanegara. Namun jauh sebelum popularitas itu tercipta, Iboih hanyalah kawasan pesisir yang sepi, penuh semak belukar, minim fasilitas, dan belum tersentuh geliat industri pariwisata.

Dalam situasi serba terbatas itulah Sayed Djamaluddin bersama sahabat mengambil langkah berani. Ia dan sahabatnya menjadi penggerak awal pembukaan kawasan wisata Iboih, dan menghadapi tantangan besar—mulai dari keterbatasan akses, minimnya infrastruktur, hingga keraguan warga Iboih dan banyak pihak terhadap masa depan pariwisata bahari Sabang. Perjuangan tersebut menuntut konsistensi, kesabaran, dan keyakinan yang tidak semua orang miliki.
Peran Sayed Djamaluddin dan sahabat bukan sekadar membuka lokasi, melainkan menanamkan kesadaran pariwisata kepada masyarakat sekitar. Ia membangun kepercayaan bahwa laut dan alam bukan hanya warisan, tetapi juga masa depan ekonomi yang harus dikelola secara berkelanjutan. Gagasan inilah yang kemudian menjadi fondasi berkembangnya usaha wisata berbasis masyarakat di Iboih.

Kini, di usia 83 tahun, Sayed Djamaluddin tetap dikenal sebagai sosok sederhana, sehat, dan bersahaja. Ia merupakan pengusaha dodol sabang, yang menjadi salah satu oleh-oleh dan kuliner khas dari Kota Sabang, yang kontribusinya telah memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi lokal, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan citra Sabang sebagai destinasi wisata kelas dunia. Di Banda Aceh, Sayed Djamaluddin juga memiliki usaha pembuatan kapal fiber, satu-satunya di Aceh.

Sayangnya, seiring pesatnya perkembangan zaman, sejarah dan para pelopor sering kali luput dari perhatian. Banyak generasi muda menikmati hasilnya, namun belum sepenuhnya mengenal siapa yang pertama kali membuka jalan. Padahal, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah dan orang-orang yang berjasa membangunnya.

Oleh karena itu, sudah selayaknya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Sabang memberikan perhatian khusus dengan menganugerahkan penghargaan di bidang pariwisata kepada Sayed Djamaluddin. Penghargaan ini bukan hanya bentuk apresiasi personal, melainkan pesan moral bahwa kontribusi nyata bagi daerah tidak akan pernah dilupakan.

Pemberian penghargaan tersebut sekaligus menjadi edukasi publik bahwa pembangunan pariwisata bukan sekadar soal investasi dan promosi, melainkan tentang keteladanan, perjuangan, dan keberanian merintis di saat belum banyak yang percaya.

Sejarah Iboih adalah sejarah tentang ketekunan dan cinta pada daerah. Dan nama Sayed Djamaluddin adalah bagian penting dari narasi besar kebangkitan pariwisata Sabang—sebuah kisah yang patut ditulis, dirawat, dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Doa dan apresiasi terbaik patut kita persembahkan kepada setiap insan yang telah mendedikasikan hidupnya untuk kemajuan daerah dan kemaslahatan orang banyak.

Senin, 5 Januari 2026.
(Pon Cut, bukan pejabat publik, bukan eksekutif BUMN/BUMD.
Seorang warga biasa yang mencintai sejarah dan ilmu pengetahuan.)

~Laporan Pers GPN Sabang News Oleh Kabiro - Eric Karno 
~SUMBER -PONCUT Aceh
© Copyright 2022 - GAJAH PUTIH NEWS.COM