Breaking News

Isu Proyek Sumur Bor Rp. 630 Juta per Titik Beredar di Banda Aceh, Keberadaan nya Dipertanyakan

Ilustrasi gambar dan jumlah titik di wilayah kabupaten dampak bencana banjir longsor 

Redaksi GPNews 
Rabu, 7 Januari 2026

Isu Proyek Sumur Bor Rp. 630 Juta/Titik Beredar di Banda Aceh, Keberadaan nya Dipertanyakan

GPNEWS| BANDA ACEH - Informasi mengenai dugaan proyek pembangunan sumur bor dengan nilai anggaran mencapai Rp. 630 juta per titik ramai diperbincangkan di Kota Banda Aceh dalam beberapa hari terakhir.

Kabar tersebut menyebar secara masif dari mulut ke mulut dan menimbulkan tanda tanya di kalangan penyedia jasa sumur bor maupun masyarakat.

Redaksi GPNews menerima laporan dari seorang narasumber melalui sambungan telepon. Informasi itu disebut berasal dari seorang berinisial LL, yang mengaku pernah membahas proyek tersebut dalam pertemuan informal di sebuah warung kopi di kawasan Ketapang sekitar dua pekan lalu.

Dalam pertemuan tersebut, disebutkan bahwa proyek sumur bor bernilai ratusan juta rupiah per titik itu akan dilaksanakan di sejumlah kabupaten yang terdampak bencana alam, seperti banjir dan longsor.

Namun, hasil penelusuran awal yang dilakukan sejumlah penyedia jasa sumur bor ke berbagai instansi terkait tidak menemukan adanya mata anggaran dimaksud. 

Proyek tersebut tidak tercatat dalam skema dana tanggap darurat maupun pada lembaga-lembaga pemerintah dan nonpemerintah, seperti Basarnas, Bappenas, maupun yayasan tertentu.

Salah seorang penyedia jasa sumur bor berinisial ARL mengungkapkan kepada GPNews bahwa pihaknya memang pernah mengikuti pertemuan awal yang membahas tahapan pekerjaan sumur bor. 

Akan tetapi, saat dijadwalkan pertemuan lanjutan pada Rabu, 7 Januari 2026, sekitar pukul 10.00 WIB, pihak yang menyampaikan informasi justru menyatakan bahwa paket proyek sumur bor tersebut telah habis.

Kondisi ini menimbulkan kecurigaan di kalangan peserta pertemuan. Sejumlah pihak menduga informasi proyek dengan nilai Rp. 630 juta per titik tersebut tidak memiliki dasar yang jelas dan berpotensi bersifat liar.

“Kemungkinan ada pihak-pihak tertentu yang bermain,” ujar ARL, mengutip pernyataan peserta rapat yang pernah terlibat dalam pembahasan awal.

Para penyedia jasa pun mempertanyakan keabsahan informasi tersebut. Mereka khawatir isu yang tidak jelas sumber dan legitimasi anggarannya itu dapat menimbulkan keresahan serta merugikan pelaku usaha sumur bor.

“Apakah benar ada proyek sumur bor dengan anggaran sebesar itu? Atau jangan-jangan ini hanya informasi sesat,” ungkap salah seorang peserta pertemuan.

Hingga berita ini diturunkan, GPNews masih berupaya mengonfirmasi kebenaran informasi tersebut kepada instansi pemerintah terkait guna memastikan kejelasan dan transparansi, sekaligus mencegah beredarnya informasi yang dapat menyesatkan publik.

© Copyright 2022 - GAJAH PUTIH NEWS.COM