Breaking News

Skandal Sapi Meugang Gayo Lues: Rp4,3 Miliar untuk 216 Ekor, Bupati Bilang 86.Kemana Hilang 130 Sapi? DPRK Masih Diam!!!

Skandal Sapi Meugang Gayo Lues: Rp4,3 Miliar untuk 216 Ekor, Bupati Bilang 86.Kemana Hilang 130 Sapi? DPRK Masih Diam!!!

Gayo Lues – Polemik bantuan sapi meugang dari Presiden RI Prabowo Subianto di Kabupaten Gayo Lues semakin memancing kecurigaan publik. Data yang beredar tidak sekadar berbeda, tetapi terpaut sangat jauh.Berdasarkan keterangan dari Dinas Sosial Kabupaten Gayo Lues, pengadaan sapi bantuan untuk masyarakat terdampak bencana disebut mencapai 216 ekor dengan total anggaran sekitar Rp4,3 miliar.Jum'at ( 13/03/2026 )

Namun dalam video yang beredar di tengah masyarakat, Bupati Gayo Lues justru menyampaikan bahwa sapi bantuan Presiden hanya berjumlah 86 ekor.Selisih angka itu langsung memantik pertanyaan di tengah masyarakat,ke mana hilangnya 130 ekor sapi lainnya?.Dalam situasi seperti ini, publik tentu menunggu sikap tegas dari lembaga pengawas daerah, yakni DPRK Gayo Lues, khususnya Komisi C yang memiliki fungsi pengawasan terhadap program pemerintah.

Seperti yang kita ketahui bersama, fungsi Dewan Perwakilan Rakyat menurut UUD 1945 terdiri dari tiga fungsi utama, yaitu: 1. Fungsi Legislasi-menyusun dan menetapkan peraturan perundang-undangan.
2. Fungsi Anggaran-membahas serta menyetujui penggunaan anggaran negara atau daerah.
3. Fungsi Pengawasan-mengawasi jalannya pemerintahan dan penggunaan uang negara.

Selain itu, DPR juga memiliki peran menyerap dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat.Artinya, ketika muncul dugaan persoalan besar yang menyangkut anggaran miliaran rupiah dan bantuan untuk rakyat, seharusnya DPRK menjadi pihak pertama yang bersuara dan melakukan pengawasan.Selama dua hari berturut-turut, awak media mendatangi kantor DPRK untuk melakukan konfirmasi. Namun jawaban yang diterima hanya satu kalimat yang terdengar seperti kaset rusak.DPRK sedang rapat.

Kalimat itu disampaikan oleh seorang pekerja di lingkungan kantor dewan. Tidak ada satu pun anggota DPRK yang muncul memberikan penjelasan.Padahal persoalan yang ingin dikonfirmasi menyangkut anggaran miliaran rupiah dan bantuan untuk masyarakat terdampak bencana.Upaya konfirmasi tidak berhenti di sana. Tim media kemudian mengirim pesan WhatsApp kepada anggota Komisi C DPRK berinisial SP.

Pesan tersebut berisi permintaan tanggapan mengenai perbedaan data sapi bantuan serta apakah DPRK akan melakukan penelusuran atau pemanggilan pihak terkait.Pesan sudah centang dua.Namun hingga kini tak ada jawaban.Diamnya Komisi C DPRK justru semakin menimbulkan kecurigaan publik. Banyak yang mulai bertanya, apakah lembaga pengawas daerah benar-benar bekerja untuk rakyat, atau justru memilih diam ketika muncul persoalan besar?

Padahal tugas DPRK bukan sekadar duduk di ruang rapat, melainkan mengawasi penggunaan uang negara.Jika benar anggaran Rp4,3 miliar digunakan untuk membeli 216 ekor sapi, tetapi yang diumumkan kepada publik hanya 86 ekor, maka ini bukan lagi sekadar selisih angka.Ini sudah menjadi pertanyaan serius tentang transparansi anggaran.Rakyat di Kabupaten Gayo Lues kini menunggu keberanian DPRK membuka suara.Karena dalam kasus seperti ini, diam bukan lagi sikap netral.Diam justru bisa dibaca sebagai tanda tanya.

Tim
© Copyright 2022 - gajah putih News.com