Breaking News

Skandal Judol Guncang Gayo Lues, Bupati Bungkam Diam karena Tak Tahu atau Tak Mau Tahu?



Gayo Lues | gajahputihnews.com – Dugaan penindakan praktik judi online di kawasan depan SPBU Pengkala, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, kini menjadi sorotan publik. Perhatian masyarakat tidak hanya tertuju pada peristiwa penangkapan itu sendiri, tetapi juga pada sikap Bupati Gayo Lues yang hingga dua hari berlalu belum memberikan penjelasan apa pun kepada masyarakat.

Isu ini tidak lagi sekadar kabar yang beredar di warung kopi. Informasi yang berkembang di tengah masyarakat menyebutkan bahwa dalam penindakan yang dilakukan aparat kepolisian pada Kamis malam tersebut, diduga turut diamankan dua sosok yang memiliki hubungan dengan lingkar kekuasaan daerah.Masyarakat menyebut nama M, yang diketahui menjabat sebagai Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gayo Lues, serta RI, yang disebut-sebut sebagai mantan Sekretaris DPRK Gayo Lues.

Apabila informasi tersebut benar, maka persoalan ini tidak lagi sekadar kasus perjudian biasa. Peristiwa ini menjadi tamparan keras bagi wajah pemerintahan daerah yang seharusnya berada di garis depan dalam menjaga moralitas dan penegakan hukum.Namun di saat masyarakat menunggu klarifikasi, Bupati Gayo Lues justru memilih diam. Tidak ada pernyataan resmi. Tidak ada klarifikasi terbuka. Bahkan tidak terlihat upaya untuk meredakan kegelisahan publik yang terus berkembang.

Sikap ini memunculkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat. Mengapa seorang kepala daerah memilih bungkam ketika nama pejabat di lingkungan pemerintahannya disebut-sebut dalam dugaan praktik perjudian? Apakah Bupati tidak mengetahui peristiwa tersebut? Ataukah justru mengetahui, namun memilih untuk tidak bersuara?.Dalam dunia pemerintahan, diamnya seorang pemimpin sering kali dimaknai lebih dari sekadar sikap menunggu. Diam bisa menjadi sinyal,bahkan lebih kuat daripada kata-kata.

Padahal perjudian, termasuk judi online, merupakan tindak pidana yang secara tegas dilarang dalam Pasal 303 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), dengan ancaman pidana bagi siapa pun yang terlibat di dalamnya.Ironisnya, Aceh dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai-nilai syariat dan moralitas sosial. Karena itu, dugaan keterlibatan pejabat dalam praktik perjudian menjadi ironi yang menyakitkan bagi masyarakat.

Banyak warga kemudian membandingkan perlakuan hukum yang terjadi. Ketika masyarakat biasa tertangkap bermain judi online, proses hukum berjalan cepat sesuai ketentuan yang berlaku. Namun ketika nama pejabat yang dekat dengan lingkar kekuasaan ikut disebut-sebut, suasana justru terasa sunyi,seolah tidak ada sesuatu yang terjadi.Apakah ini gambaran wajah pemerintahan di Kabupaten Gayo Lues?

Ironisnya, daerah yang selama ini dikenal dengan julukan negeri seribu hafiz justru tercoreng oleh dugaan perilaku pejabat yang seharusnya menjadi teladan bagi masyarakat.Jika benar terdapat pejabat aktif yang terlibat, maka langkah tegas seharusnya tidak perlu menunggu waktu lama. Penonaktifan sementara, pemeriksaan internal, hingga koordinasi dengan aparat penegak hukum merupakan langkah minimum yang semestinya dilakukan oleh pemerintah daerah.

Situasi ini justru membuat publik semakin curiga bahwa persoalan ini bukan sekadar kasus hukum, tetapi juga menyentuh wilayah politik kekuasaan.Sebab ketika pejabat publik disebut-sebut terseret dalam sebuah skandal, sementara pemimpin daerah memilih diam, maka wajar jika masyarakat mulai bertanya dengan nada yang semakin keras.Ataukah pemerintah daerah berharap isu ini perlahan tenggelam dengan sendirinya?

Bagi masyarakat Gayo Lues, persoalan ini bukan sekadar gosip politik. Ini adalah soal integritas pemerintahan.Karena ketika pejabat diduga bermain judi, sementara pemimpin daerah memilih bungkam, maka yang dipertaruhkan bukan hanya reputasi individu,melainkan juga kehormatan pemerintahan itu sendiri.Kini publik hanya menunggu satu hal.Apakah Bupati Gayo Lues akan berani memberikan penjelasan kepada masyarakat, atau tetap memilih diam di tengah badai pertanyaan yang terus membesar?

Sementara itu, awak media menyatakan akan terus berupaya menghubungi Bupati Gayo Lues guna memperoleh klarifikasi resmi. Namun hingga berita ini dipublikasikan, meskipun pesan konfirmasi telah dibaca, jawaban dari Bupati Gayo Lues belum juga diberikan.


(Sudirman) 

© Copyright 2022 - gajah putih News.com