Pertemuan ini bukan sekadar kunjungan biasa. Di balik percakapan santai yang mengalir sepanjang malam, tersimpan banyak refleksi tentang perjalanan panjang membangun daerah, dinamika dunia pers, hingga pentingnya membangun kapasitas diri melalui organisasi.
Jejak Panjang Seorang Tokoh
Nama H. Muhammad Amru tidak asing bagi masyarakat Gayo Lues. Ia dikenal sebagai tokoh yang telah menempuh perjalanan panjang dalam dunia pemerintahan dan politik daerah. Kariernya mencatat sejumlah posisi penting, mulai dari Ketua DPRK Gayo Lues, Ketua DPD II Partai Golkar Gayo Lues, hingga dipercaya menjadi anggota legislatif di tingkat provinsi sebagai Anggota DPR Aceh.
Puncak pengabdiannya kepada daerah terlihat ketika ia dipercaya memimpin Kabupaten Gayo Lues sebagai Bupati. Dalam masa kepemimpinannya, berbagai dinamika pembangunan daerah menjadi bagian dari perjalanan yang turut membentuk karakter kepemimpinannya.
Namun kiprah H. Muhammad Amru tidak hanya terbatas pada dunia pemerintahan dan politik. Ia juga memiliki kedekatan dengan dunia jurnalistik. Pengalamannya sebagai wartawan senior membuatnya memahami secara mendalam peran pers dalam kehidupan demokrasi.
Kini, ia juga dipercaya sebagai bagian dari Dewan Pakar di Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, sebuah organisasi profesi wartawan yang memiliki sejarah panjang dalam perkembangan pers di Indonesia.
“Pers bukan sekadar profesi, tetapi juga amanah. Wartawan harus menjadi mata dan telinga masyarakat,” ujar H. Muhammad Amru dalam perbincangan tersebut.
Dalam diskusi yang berlangsung santai namun penuh makna itu, H. Muhammad Amru banyak berbicara tentang perubahan besar yang kini terjadi dalam dunia media. Menurutnya, era digital membawa peluang sekaligus tantangan bagi para jurnalis.
Jika dahulu informasi bergerak relatif lambat melalui media cetak, kini arus informasi mengalir sangat cepat melalui berbagai platform digital. Situasi ini menuntut wartawan untuk bekerja lebih profesional, cermat, dan tetap memegang teguh etika jurnalistik.
Ia mengingatkan bahwa kecepatan informasi tidak boleh mengorbankan akurasi dan integritas.
“Jangan karena ingin cepat, kita mengabaikan kebenaran. Wartawan harus tetap menjadi penjaga fakta,” katanya.
Salah satu pesan yang paling ditekankan H. Muhammad Amru kepada Kang Juna adalah pentingnya berorganisasi bagi generasi muda.
Menurutnya, organisasi merupakan tempat belajar yang sangat penting untuk membentuk karakter dan kepemimpinan seseorang. Banyak pemimpin besar lahir dari proses panjang di organisasi, karena di sanalah seseorang belajar berdiskusi, menerima perbedaan, dan memimpin orang lain.
“Kalau kita ingin berkembang, jangan berjalan sendiri. Masuklah ke organisasi. Di situlah kita ditempa dan dikenal,” ujarnya.
Ia menilai pengalaman organisasi dapat menjadi bekal yang sangat berharga, baik bagi wartawan maupun bagi siapa pun yang ingin berkontribusi bagi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, H. Muhammad Amru juga mendorong para jurnalis muda untuk memperkuat kapasitas profesional melalui organisasi profesi. Ia secara khusus menyarankan agar wartawan muda aktif di Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).
Menurutnya, organisasi profesi bukan hanya tempat berkumpul, tetapi juga ruang pembinaan bagi wartawan agar memahami kode etik jurnalistik serta menjaga standar profesional dalam bekerja.
Ia juga menyebut bahwa aktivitas organisasi pers di Medan memiliki dinamika yang cukup kuat dan dapat menjadi ruang belajar yang baik bagi jurnalis muda untuk memperluas pengalaman serta jaringan profesional.
Sejumlah tokoh pers di Aceh juga menilai bahwa pesan H. Muhammad Amru tersebut sangat relevan dengan kondisi pers saat ini. Di tengah maraknya media digital dan media sosial, tantangan bagi wartawan semakin kompleks.
Banyak pihak menilai bahwa organisasi profesi memiliki peran penting dalam menjaga kualitas jurnalistik serta membina generasi wartawan agar tetap berpegang pada prinsip-prinsip etika.
Selain itu, organisasi juga menjadi ruang solidaritas bagi para wartawan dalam menghadapi berbagai tantangan profesi.
Bagi Kang Juna yang aktif sebagai reporter di media lokal Seputar Gayo, pertemuan tersebut menjadi pengalaman berharga. Mendengar langsung cerita dan pandangan dari tokoh senior memberikan perspektif baru tentang perjalanan profesi yang sedang ia jalani.
Silaturahmi tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan besar sering kali dimulai dari langkah kecil: belajar, berorganisasi, memperluas wawasan, dan menjaga integritas.
Di tengah perubahan zaman yang begitu cepat, nasihat dari generasi senior menjadi kompas moral bagi generasi muda agar tetap berjalan pada jalur yang benar.
Malam itu, pertemuan sederhana di sebuah ruang tamu berubah menjadi percakapan penuh makna. Dari cerita masa lalu hingga harapan masa depan, semuanya menyatu dalam satu pesan penting: bahwa masa depan pers tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi oleh karakter dan integritas orang-orang yang menjalankannya.
Silaturahmi tersebut pun ditutup dengan harapan agar generasi muda terus menjaga semangat belajar, memperkuat jaringan melalui organisasi, serta tetap menjadikan pers sebagai pilar penting dalam kehidupan demokrasi dan pembangunan daerah.

Social Header
Berita
Cari Blog Ini
Laporkan Penyalahgunaan
Kontributor