Gayo Lues | Gajahputihnews — Pembangunan jembatan gantung di Desa Setul menunjukkan perkembangan menggembirakan. Hingga saat ini, progres pengerjaan telah mencapai 86 persen. Tahapan pekerjaan kini difokuskan pada finalisasi struktur pendukung serta penguatan lantai jembatan guna memastikan konstruksi kokoh, aman, dan siap digunakan masyarakat dalam waktu dekat. Selasa (03/03/2026).
Jembatan gantung tersebut menjadi salah satu infrastruktur vital yang dinantikan warga. Selama ini, akses penyeberangan kerap terkendala saat debit air meningkat, menghambat aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan. Kehadiran jembatan permanen ini diharapkan menjadi solusi nyata atas persoalan mobilitas yang telah berlangsung cukup lama.
Pembangunan ini dilaksanakan oleh prajurit TNI dari Batalyon TP 855/Raksaka Dharma dengan penuh dedikasi dan disiplin tinggi. Di bawah kepemimpinan Letnan Dua Cba Gian Badai Hakim, S.Tr.(Han)., proses pengerjaan berjalan terarah dan sesuai dengan standar teknis yang telah ditetapkan. Setiap detail diperhatikan, mulai dari kekuatan rangka baja, sistem pengikat sling, hingga ketebalan dan kestabilan lantai pijakan.
Letnan Dua Gian Badai Hakim menegaskan bahwa percepatan pembangunan tetap mengedepankan aspek keselamatan dan kualitas konstruksi. Menurutnya, jembatan ini bukan sekadar penghubung dua sisi wilayah, tetapi simbol kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat di daerah.
Selain fokus pada kekuatan struktur utama, tim di lapangan juga melakukan pengujian daya tahan material serta pengecekan ulang pada titik-titik sambungan. Hal ini dilakukan untuk memastikan jembatan mampu bertahan dalam berbagai kondisi cuaca serta beban penggunaan jangka panjang.
Antusiasme masyarakat Desa Setul pun terlihat jelas. Warga berharap jembatan gantung tersebut dapat segera difungsikan sehingga aktivitas sehari-hari menjadi lebih lancar, aman, dan efisien. Keberadaan jembatan ini diyakini akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi lokal serta mempercepat akses layanan publik.
Semangat kebersamaan antara prajurit TNI dan masyarakat menjadi energi utama dalam proses pembangunan ini. Kolaborasi tersebut mencerminkan komitmen kuat TNI dalam mendukung percepatan pembangunan di wilayah pedesaan dan daerah terpencil.
Dengan progres yang telah mencapai 86 persen, penyelesaian proyek tinggal menunggu tahap akhir penyempurnaan. Harapannya, dalam waktu yang tidak lama lagi, jembatan gantung Desa Setul dapat resmi difungsikan dan menjadi penghubung harapan bagi masyarakat.
RAKSAKA DHARMA.
Berani, Benar, Setia.


Social Header
Kontributor