Breaking News

Penjabat Publik Diminta Jaga Pernyataan Agar Tidak Menimbulkan Kegaduhan Masyarakat Menjelang Idul Fitri


Banda Aceh
— Pemerhati sosial dan kebijakan publik Aceh, Isa Alima, mengingatkan para pejabat publik agar berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan kepada masyarakat, khususnya terkait isu ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) yang belakangan memicu kekhawatiran di tengah masyarakat.

 

Menurut Isa Alima, situasi masyarakat Aceh saat ini masih berada dalam kondisi yang sensitif. Banyak warga baru saja bangkit dari dampak musibah banjir di sejumlah wilayah, sementara di saat yang sama mereka juga sedang bersiap menghadapi kebutuhan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

 

“Dalam situasi seperti ini, pejabat publik seyogianya menjaga pernyataan agar tidak menimbulkan kegaduhan baru di tengah masyarakat, apalagi terkait isu BBM yang dapat memicu kepanikan,” ujar Isa Alima dalam keterangannya kepada media, Sabtu.

 

Ia menilai, setiap pernyataan yang disampaikan oleh pejabat memiliki dampak psikologis yang besar terhadap masyarakat. Jika tidak disampaikan dengan kehati-hatian, hal itu bisa memicu kepanikan massal yang berujung pada antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar.

 

Isa Alima juga mengingatkan para pelaku usaha dan pedagang agar tidak memanfaatkan situasi yang berkembang untuk menaikkan harga kebutuhan pokok menjelang Lebaran.

 

“Persoalan ini jangan sampai dimanfaatkan oleh oknum pedagang untuk menaikkan harga barang kebutuhan Lebaran. Situasi ekonomi masyarakat sedang diuji, sehingga dibutuhkan empati dan tanggung jawab bersama,” katanya.

 

Lebih lanjut, ia berharap seluruh pemangku kepentingan dapat mengambil langkah bijak dengan menenangkan masyarakat serta menyampaikan informasi yang jelas dan akurat terkait kondisi pasokan BBM.

 

Menurutnya, berdasarkan informasi yang disampaikan oleh distributor resmi, ketersediaan BBM masih dalam kondisi terkendali. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tidak terpancing oleh isu yang dapat menimbulkan kepanikan.

 

“Kami berharap masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi. Jangan sampai isu yang belum jelas kebenarannya justru menimbulkan antrean panjang dan kegaduhan di lapangan,” ungkapnya.

 

Isa Alima juga mengajak semua pihak untuk menjaga situasi sosial agar tetap kondusif. Ia mengingatkan bahwa masyarakat Aceh baru saja melewati masa sulit akibat bencana, sehingga suasana ketenangan perlu dijaga bersama.

 

“Kita baru saja pulih dari luka bencana. Jangan lagi digores dengan sembilu kabar yang tidak berdasar. Jika itu terjadi, maka akan lahir luka baru di atas luka lama dan kita tahu betapa pedihnya,” ujarnya dengan nada penuh keprihatinan.

 

Di akhir pernyataannya, Isa Alima menyampaikan keyakinannya bahwa masyarakat Aceh memiliki kedewasaan sosial yang kuat untuk menghadapi berbagai isu dengan kepala dingin, selama para pemimpin dan pemangku kebijakan juga mampu memberikan keteladanan dalam bersikap dan berkomunikasi.

 

“Semoga hal ini tidak pernah terjadi. Kita percaya masyarakat Aceh mampu menjaga ketenangan, selama semua pihak juga ikut menyejukkan keadaan,” tutupnya.

© Copyright 2022 - gajah putih News.com