|"gajahputihnews.com"|GAYO LUES – Rumah hunian sementara (huntara) yang dibangun untuk warga terdampak bencana kini menuai sorotan. Puluhan warga menolak menempati bangunan tersebut setelah diketahui air masuk ke dalam rumah setiap kali hujan turun.
Bangunan yang seharusnya menjadi tempat berlindung justru dinilai belum layak huni. Lantai terlihat kotor, sisa material masih berserakan, dan bagian bawah dinding diduga memiliki celah yang memungkinkan air merembes masuk. Kondisi ini memicu kekecewaan warga yang berharap mendapatkan hunian yang aman dan nyaman.Kalau hujan, air masuk. Kami ini korban bencana, bukan korban proyek, ujar salah seorang warga dengan nada kesal.
Penolakan warga bukan tanpa dasar. Mereka mempertanyakan kualitas pengerjaan dan transparansi anggaran. Di tengah situasi tersebut, sejumlah tokoh masyarakat mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk turun tangan memeriksa penggunaan dana pembangunan huntara.Kalau memang dibangun untuk rakyat, kenapa hasilnya seperti ini? APH harus periksa dana rumah ini. Jangan sampai ada yang bermain di balik penderitaan masyarakat,tegas seorang tokoh masyarakat setempat.
Huntara sejatinya merupakan solusi darurat bagi warga yang kehilangan tempat tinggal. Namun jika kualitas bangunan tidak memenuhi standar dasar seperti tahan terhadap hujan maka patut dipertanyakan proses perencanaan hingga pelaksanaannya.Desakan agar APH melakukan audit dan penyelidikan kian menguat. Publik menilai, setiap rupiah yang digunakan harus bisa dipertanggungjawabkan secara terbuka. Jika ditemukan adanya kelalaian atau penyimpangan, penegakan hukum harus berjalan tanpa pandang bulu.
Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga maupun desakan pemeriksaan dana tersebut.Bagi masyarakat terdampak bencana, hunian sementara bukan sekadar bangunan berdinding papan. Ia adalah harapan untuk memulai kembali kehidupan. Jika harapan itu bocor bersama air hujan, maka yang ikut hanyut bukan hanya kepercayaan tetapi juga rasa keadilan.


Social Header
Kontributor