Gajahputihnews | Blangkejeren, Rabu 18 Maret 2026 — Menjelang perayaan Idulfitri, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gayo Lues menggelar aksi bersih-bersih skala intensif di sejumlah titik strategis, termasuk kawasan Pajak Pagi Lama dan sekitarnya. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang sehat, nyaman, dan layak bagi masyarakat dalam menyambut hari raya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gayo Lues, Yusuf T., S.Sos., M.AP., melalui Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah B3, dan Peningkatan Kapasitas, Juliar, S.E., menyampaikan bahwa kegiatan ini melibatkan sejumlah petugas kebersihan lapangan yang dikerahkan sejak pagi hingga siang hari.
“Petugas kami turun langsung ke lapangan untuk memastikan area publik, khususnya pasar dan lingkungan padat aktivitas, bersih dari tumpukan sampah,” ujar Juliar.
Di lapangan, petugas terlihat sigap membersihkan berbagai jenis sampah yang berserakan, mulai dari sisa makanan dan minuman, batok kelapa, hingga limbah rumah tangga seperti plastik, kertas, dan popok sekali pakai. Proses pengangkutan dilakukan secara cepat untuk mencegah penumpukan yang berpotensi menimbulkan bau tidak sedap serta gangguan kesehatan.
“Dengan kesigapan petugas, sampah-sampah berhasil diangkut dan dibersihkan dengan cepat. Ini bentuk komitmen kami menjaga kebersihan kota,” tambahnya.
Namun demikian, DLH menegaskan bahwa upaya menjaga kebersihan tidak bisa hanya bergantung pada petugas. Peran aktif masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Juliar mengingatkan bahwa fasilitas tempat pembuangan sampah, termasuk bak kontainer, telah disediakan di sejumlah titik. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak lagi membuang sampah sembarangan.
“Perilaku membuang sampah sembarangan tidak hanya menciptakan lingkungan yang kotor, tetapi juga berpotensi menimbulkan penyakit serta mencemari udara dengan aroma tidak sedap. Ini bukan sekadar soal estetika, tapi juga soal kesehatan bersama,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat untuk membangun kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan lingkungan, terlebih menjelang momen besar seperti Idulfitri yang identik dengan kebersihan dan kesucian.
“Ini momentum refleksi. Kalau rumah kita bersih untuk menyambut hari raya, maka lingkungan sekitar juga harus bersih. Kesadaran itu harus dimulai dari diri sendiri,” katanya.
DLH Gayo Lues juga memberikan apresiasi kepada para petugas kebersihan yang telah bekerja keras di lapangan. Di tengah meningkatnya volume sampah menjelang hari raya, dedikasi mereka menjadi garda terdepan dalam menjaga wajah kota tetap bersih dan nyaman.
Secara strategis, langkah ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bagian dari upaya jangka panjang dalam membangun budaya bersih di tengah masyarakat. DLH berharap, sinergi antara pemerintah dan warga dapat terus diperkuat demi menciptakan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan.
Di balik hiruk-pikuk pasar dan aktivitas masyarakat yang meningkat, ada tangan-tangan yang bekerja dalam diam—mengangkat, membersihkan, dan merawat ruang hidup bersama. Pertanyaannya sederhana tapi krusial: setelah ini, apakah kita masih akan membuang sampah sembarangan?
Karena pada akhirnya, kota yang bersih bukan hanya hasil kerja petugas, tapi cermin dari kesadaran warganya.
(Kang Juna)


Social Header
Berita
Cari Blog Ini
Laporkan Penyalahgunaan
Kontributor