Breaking News

PPM Aceh Masuk Fase Rehabilitasi, Kerahkan Tim ke Aceh Tengah Selamatkan Sekolah dan Dayah Pascabanjir || GPN NEWS

       PPM Aceh Masuk Fase Rehabilitasi, Kerahkan Tim ke Aceh Tengah Selamatkan Sekolah dan Dayah Pascabanjir

      MEDIAGAJAHPUTIHNEWS.COM
              WILAYAH PULAU WEH 
GPN NEWS || TAKENGON, Rabu ,11 FEBRUARI 2026 – Komitmen tidak berhenti pada distribusi bantuan. Pemuda Panca Marga (PPM) Provinsi Aceh kini memasuki fase krusial rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) pascabanjir dengan mengerahkan tim langsung ke Kabupaten Aceh Tengah.

Di bawah arahan Ketua PPM Aceh, Muhammad Isa Yahya, S.H., langkah ini menjadi bukti bahwa kehadiran PPM bukan sekadar respons sesaat, melainkan gerakan berkelanjutan hingga masyarakat benar-benar bangkit.

Tahap ketiga aksi kemanusiaan ini difokuskan pada pemulihan fasilitas pendidikan dan lingkungan publik yang terdampak, sebagai fondasi penting untuk memulihkan denyut kehidupan masyarakat.

Dari Tanggap Darurat ke Aksi Nyata Rehab-Rekon
Sejak dua hari pertama pascabencana, PPM Aceh telah bergerak cepat menyalurkan bantuan sembako ke Pidie Jaya, Bireuen, dan Aceh Utara. Tidak berhenti di sana, pekan lalu tim juga turun langsung membantu pembersihan material banjir serta perbaikan jembatan rusak di Aceh Tamiang.

Kini, saat fase darurat mulai terlewati, PPM Aceh mengalihkan fokus pada pemulihan jangka menengah — memastikan infrastruktur pendidikan kembali layak digunakan.

Tim yang dikomandoi Wakil Ketua PPM Aceh, Yushani, bersama Rahmi Fajri dan anggota lainnya, melakukan pembersihan dayah (pesantren), sekolah, serta fasilitas umum yang terdampak lumpur dan puing banjir.

“Kami ingin memastikan proses belajar-mengajar tidak terhenti lebih lama. Pendidikan adalah pondasi masa depan. Jika sekolah cepat pulih, maka harapan masyarakat juga cepat bangkit,” tegas Yushani.

Pendidikan Jadi Prioritas Strategis
PPM Aceh memandang pemulihan sektor pendidikan sebagai langkah strategis. Bencana tidak boleh memutus akses generasi muda terhadap ilmu dan pembinaan karakter.

Di sejumlah lokasi, tim melakukan pembersihan ruang kelas, halaman sekolah, hingga penataan ulang fasilitas yang rusak. Upaya ini dilakukan secara gotong royong bersama masyarakat setempat.
Kondisi awal di lapangan, menurut Yushani, sangat memprihatinkan. Listrik padam, jaringan komunikasi terputus, dan akses jalan lumpuh total.

“Pada fase awal, situasinya benar-benar berat. Tapi kini fase darurat sudah kita lalui. Saatnya kita fokus membantu masyarakat bangkit secara bertahap melalui pemulihan lingkungan dan infrastruktur,” ujarnya.

Sinergi Kuat Percepat Pemulihan
Dalam menjalankan misi kemanusiaan ini, PPM Aceh bersinergi dengan Baitul Mal Aceh guna mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi.
Kolaborasi ini menjadi bentuk keseriusan lintas elemen dalam memastikan bantuan tidak berhenti pada tahap simbolis, tetapi berlanjut hingga pemulihan nyata dirasakan masyarakat.

Garda Terdepan Pengabdian
Sebagai organisasi yang berakar pada semangat nasionalisme dan pengabdian, PPM Aceh menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di garda terdepan — mulai dari evakuasi, distribusi logistik, hingga pemulihan fisik pascabencana.
Kehadiran mereka di Aceh Tengah bukan hanya membawa alat dan bantuan, tetapi juga menghadirkan energi optimisme.

“Kami siap terjun kapan pun dibutuhkan. Semoga kehadiran PPM Aceh mampu membangkitkan kembali semangat juang saudara-saudara kita yang sedang diuji musibah,” pungkas Yushani.

Dengan langkah sistematis dan terukur, PPM Aceh menunjukkan bahwa solidaritas bukan sekadar slogan, melainkan kerja nyata yang berkelanjutan.

~Perss GPN Sabang News Oleh Kabiro -Eric Karno 
~Sumber -Irwansyah Aceh 
~RedaksiDaerah-GAJAHPUTIHNEWS.COM
© Copyright 2022 - gajah putih News.com