Breaking News

Menyambut Ramadhan dengan Gotong Royong, Warga Gampong Lamteh Bersihkan Masjid dan Makam

Kebersamaan masyarakat dalam Gotong Royong, Pemotongan pohon di birem jalan Depan Mesjid Baitul Mukminin Gampong Lamteh (Foto: Dok. Ist)

Redaksi GPNews 
Minggu, 15 Februari 2026
Oleh: Junaidi Ulka 

Menyambut Ramadhan dengan Gotong Royong, Warga Gampong Lamteh Bersihkan Masjid dan Makam

GPNEWS | BANDA ACEHMenyambut datangnya bulan suci Ramadhan, warga Gampong Lamteh, Kemukiman Potemeurehom, Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh, menggelar kerja bakti membersihkan lingkungan gampong, Minggu (15/2/2026).

Tradisi menyambut Ramadhan di Aceh nyaris tak pernah hadir secara tiba-tiba. Ia selalu diawali dengan tanda-tanda sosial: meunasah dan masjid yang dibersihkan, pekarangan dirapikan, hingga kompleks pemakaman desa yang ditata kembali oleh warga bersama keluarga masing-masing. Aktivitas ini menjadi simbol kebersamaan sekaligus penguatan nilai gotong royong di tengah masyarakat.

Salah satu kegiatan masyarakat dalam pembersihan kuburan keluarga 
Di Gampong Lamteh, semangat tersebut terasa kuat seiring kepemimpinan keuchik baru, Marzuki Ismail, S.Pd.I, periode 2026–2032. Sejak pagi, warga mulai bergerak membersihkan Masjid Baitul Mukminin sebagai titik utama kegiatan. Sejumlah pohon di depan masjid ditebang untuk penataan area parkir, tempat wudhu dibersihkan, serta dapur kanji rumbi dirapikan guna menyambut tradisi berbagi makanan berbuka puasa.

Halaman depan mesjid Baitul Mukminin 
Sementara itu, di sisi lain gampong, warga juga melakukan pembersihan kompleks pemakaman umum. Semak liar ditebas, rumput dirapikan, dan jalan kecil di antara pusara dibersihkan. Bagi masyarakat Aceh, membersihkan makam menjelang Ramadhan bukan sekadar kerja fisik, melainkan bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus pengingat akan kefanaan hidup.

Keuchik Gampong Lamteh, Marzuki Ismail, mengatakan tradisi tersebut telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.

“Ramadhan bukan hanya soal ibadah pribadi, tetapi juga peristiwa sosial di gampong. Karena itu kami persiapkan bersama agar warga dapat beribadah dengan nyaman,” ujarnya.

Sekretaris Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Gampong Lamteh, Nasruddin (48), menyebutkan sedikitnya puluhan warga terlibat dalam kegiatan gotong royong tersebut. Menurutnya, suasana kebersamaan selalu terasa berbeda menjelang Ramadhan.

“Kalau sudah bersih-bersih begini, terasa sekali Ramadhan sudah dekat. Kami saling sapa, saling bantu. Masjid bersih, hati juga terasa lebih ringan,” katanya.

Selain kesiapan fisik dan spiritual, warga juga menyampaikan harapan agar pasokan listrik tetap stabil selama bulan Ramadhan. Mereka berharap PT PLN (Persero) dapat menjaga layanan, khususnya pada malam hari ketika aktivitas ibadah meningkat.

“Sehabis tarawih biasanya pengajian berlanjut sampai malam. Kalau listrik padam, suasana langsung sepi,” ujar salah seorang warga.

Bagi masyarakat Gampong Lamteh, listrik bukan sekadar kebutuhan teknis, melainkan bagian dari ekosistem ibadah dan kehidupan sosial. Tanpa penerangan, kebersamaan yang telah dibangun sejak siang hari bisa terhenti.

Hingga siang hari, suara pengajian masih terdengar dari Mesjid Baitul Mukminin saat warga terus bekerja. Ada yang menata tikar, mengangkat ember, hingga membersihkan sisa kayu hasil penebangan. Semua bergerak tanpa banyak bicara, seolah memahami satu hal yang sama: Ramadhan bukan hanya ditunggu, tetapi disiapkan bersama.

Di Gampong Lamteh, Ramadhan selalu dimulai dari mesjid tumbuh menjadi kerja bersama, do'a bersama, dan harapan bersama agar bulan suci hadir dalam suasana gampong yang bersih, damai, dan terang.

© Copyright 2022 - gajah putih News.com