Breaking News

Imam Muda Tgk. Muchtar Andhika Kupas Tiga Tingkatan Puasa Jelang Ramadhan 1447 H di Masjid Al-Ikhlas Keuneukai || GPN NEWS

Imam Muda Tgk. Muchtar Andhika Kupas Tiga Tingkatan Puasa Jelang Ramadhan 1447 H di Masjid Al-Ikhlas Keuneukai

       MEDIAGAJAHPUTIHNEWS.COM
              WILAYAH PULAU WEH
         REDAKSIGPN-NEWS-DAERAH

GPN NEWS || SABANG, ACEH – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriyah, suasana religius terasa kental di Masjid Al-Ikhlas Gampong Keuneukai, Kota Sabang. Imam muda Tgk. Muchtar Andhika dalam khutbah Jumatnya, Jumat (13/02/2026), mengajak umat Islam mempersiapkan diri tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara spiritual dan moral.

Dalam khutbah yang berlangsung khidmat itu, ia menegaskan bahwa Ramadhan bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momentum besar untuk meraih ridha Allah SWT dan memperbaiki kualitas keimanan.

“Umat Islam akan segera memasuki bulan Ramadhan 1447 Hijriyah. Di bulan ini, umat Islam diwajibkan berpuasa selama satu bulan penuh guna meraih ridha Allah dan mendapatkan berbagai keutamaan Ramadhan,” ujarnya di hadapan jamaah.

Tiga Tingkatan Puasa Menurut Imam Al-Ghazali
Mengutip pemikiran ulama besar, Imam Al-Ghazali, dalam kitab monumental Ihya Ulumiddin, Tgk. Muchtar Andhika memaparkan bahwa puasa memiliki tingkatan kualitas yang berbeda-beda.
Ia menjelaskan, puasa tidak hanya diukur dari menahan lapar dan dahaga, tetapi juga dari sejauh mana seorang hamba mampu menjaga diri dan hatinya.
Adapun tiga tingkatan puasa tersebut adalah:

1. Shaumul ‘Umum (Puasa Umum)
Puasa pada tingkatan ini sebatas menahan diri dari makan, minum, serta hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.

2. Shaumul Khushush (Puasa Khusus)
Selain menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa, pada tingkatan ini seorang Muslim juga menjaga lisan, pendengaran, pandangan, serta seluruh anggota tubuh dari perbuatan dosa, baik kecil maupun besar.

3. Shaumu Khushushil Khushush (Puasa Sangat Khusus)
Tingkatan tertinggi ini tidak hanya menjaga anggota tubuh, tetapi juga membersihkan hati dari keinginan-keinginan buruk dan pikiran duniawi, serta memusatkan hati sepenuhnya kepada Allah SWT.

Menurutnya, esensi puasa adalah pembentukan karakter takwa yang tercermin dalam perilaku sehari-hari, baik di ruang publik maupun dalam kehidupan pribadi.

“Semoga kita termasuk golongan istimewa yang mendapatkan ridha dan ampunan Allah, bukan sekadar menahan lapar dan dahaga saja,” pungkasnya.

Khutbah tersebut mendapat perhatian serius dari jamaah yang memadati Masjid Al-Ikhlas. Pesan yang disampaikan dinilai relevan dengan tantangan umat saat ini, terutama dalam menjaga akhlak dan integritas di tengah dinamika kehidupan sosial yang semakin kompleks.

Dengan semakin dekatnya Ramadhan 1447 H, masyarakat diharapkan tidak hanya mempersiapkan kebutuhan lahiriah, tetapi juga memperkuat kesiapan ruhani agar ibadah puasa benar-benar menghadirkan perubahan yang bermakna.

~Perss GPN Sabang News Oleh Kabiro -Eric Karno 
~Sumber -Tgk Muchtar Sabang
~RedaksiDaerah-GAJAHPUTIHNEWS.COM

© Copyright 2022 - gajah putih News.com