![]() |
Aksi Dewas Forbes Segel Kantor operasional Di Jl. T. Iskandar desa lamglumpang Kecamatan Ulee Kareng Redaksi GPN NEWS Sabtu, 17 Januari 2025 |
Relawan Pertanyakan Transparansi Pengelolaan Forum Bersama Pemenangan Mu’alem, Dewas Segel Kantor
Banda Aceh - Sejumlah relawan yang tergabung dalam Forum Bersama (Forbes) pemenangan Mu’alem bersama Dewan Pengawas (Dewas) mendatangi kantor Forum Bersama (Forbes) yang berlokasi di Desa Lamglumpang, Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh, Sabtu (17/1/2026).
Kedatangan para Dewas dan relawan Forbes tersebut bertujuan mempertanyakan transparansi serta tata kelola organisasi yang dijalankan oleh pengurus Forbes.
Para relawan menyampaikan keprihatinan terhadap kondisi kantor Forbes yang selama ini juga difungsikan sebagai posko logistik bantuan bagi korban bencana banjir dan longsor.
Berdasarkan pantauan di lokasi, kantor tersebut dalam keadaan terkunci, tidak lagi memiliki papan nama atau identitas organisasi, serta tidak terdapat kejelasan mengenai pihak yang memegang kunci kantor.
Ketua Relawan Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI), Zulfikar ZA, bersama sejumlah pimpinan relawan lainnya menyampaikan kekecewaan atas pola pengambilan keputusan yang dinilai tidak melibatkan unsur pimpinan lembaga-lembaga relawan yang tergabung dalam Forbes.
“Dalam tata kelola organisasi seharusnya diterapkan prinsip musyawarah mufakat, transparansi, dan akuntabilitas. Namun sejauh ini, kami menilai sejumlah keputusan diambil tanpa melibatkan dewan pengawas maupun pengurus lainnya,” ujar Zulfikar ZA kepada wartawan.
Pada kesempatan tersebut, para ketua relawan yang hadir juga melakukan penyegelan terhadap kantor Forbes yang terletak di Jalan T. Iskandar, Desa Lamglumpang. Penyegelan dilakukan sebagai bentuk protes dan desakan agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap manajemen organisasi.
Beberapa lembaga relawan yang hadir antara lain Santri Mu’alem, AMM (Aneuk Muda Mu’alem), Bungong Seulanga Aceh, Fornas GPPL, BMPA, Tanglong Nanggroe, Bintara Muda, serta sejumlah organisasi relawan lainnya. Mereka menilai selama ini pengelolaan posko dan organisasi belum dilakukan secara terbuka.
Selain itu, para relawan juga mempertanyakan pengelolaan logistik bantuan yang sebelumnya disimpan di kantor tersebut. Mereka menduga sebagian logistik telah dipindahkan tanpa sepengetahuan relawan dan pengurus lainnya. Namun hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi terkait dugaan tersebut.
Saat awak media GPNews mendatangi lokasi, kantor Forbes terlihat dalam kondisi tidak beroperasi dan tergembok. Di dalam kantor masih terlihat sejumlah logistik bantuan, namun belum diketahui secara pasti pihak yang bertanggung jawab atas pengelolaannya.
Sementara itu, awak media GPN News telah berupaya menghubungi Ketua Forbes, Muhammad Reza Rahmatillah atau kerap disapa Thogam melalui ketua - ketua relawan yang berada ditempat guna meminta klarifikasi. Namun hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.



Social Header
Kontributor