*Meugang Aman, Rakyat Senang: Diplomasi Impor Daging Ala Mualem, Isa Alima Ingatkan 3T Demi Meugang Aceh Berkah*
MediaGajahPutihNews.Com | Wilayah Pulau Weh
GPNEWS | BANDA ACEH – 22 Januari 2026-Menjelang Ramadhan, Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Gubernur Muzakir Manaf (Mualem) mengambil langkah strategis untuk menjamin ketersediaan daging sapi dan kerbau bagi masyarakat, demi suksesnya tradisi Meugang. Melalui diplomasi dengan pemerintah pusat, Aceh membuka ruang impor daging agar tradisi ini tetap terjaga tanpa kegelisahan harga dan kelangkaan.
Kebijakan ini dinilai tepat dan berpijak pada realitas sosial Aceh, di mana Meugang bukan sekadar ritual makan daging, melainkan denyut budaya dan penanda kebersamaan sebelum Ramadhan. Di tengah kondisi ekonomi yang diuji musibah, daging terjangkau adalah harapan nyata. Kebijakan Mualem ini sudah tepat demi menyauti kebutuhan masyarakat akan daging saat hari megang tiba, namun proses administrasi dan keakuratan dalam impor jangan sampai terkendala dan menimbulkan masalah sehingga terjadi keterlambatan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dalam menyambut bulan puasa.
Untuk mempercepat proses, Gubernur Mualem menunjuk PT Pembangunan Aceh (PEMA) sebagai BUMD yang bertanggung jawab mengurus impor daging. Penunjukan ini diyakini dapat memangkas hambatan birokrasi.
Pemerhati Sosial dan Kebijakan Publik Aceh, Drs. Isa Alima, menegaskan bahwa langkah Gubernur sudah benar. Namun, ia mengingatkan agar proses impor kebutuhan Meugang jangan sampai berlarut-larut mengingat Ramadhan di ambang pintu.
“Jangan sampai keterlambatan administrasi mengorbankan kebutuhan masyarakat. Ketepatan waktu adalah kunci,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa akurasi dan kualitas daging tidak boleh diabaikan, serta dijual dengan harga yang sesuai kemampuan beli masyarakat.
“Ini bukan sekadar soal impor, tapi soal kepekaan sosial. Harga harus benar-benar berpihak pada rakyat Aceh yang sedang bangkit dari bencana,” tambahnya.
Isa Alima merangkum harapannya: 3T — Cepat, Tepat, dan Akurat. Cepat dalam proses, tepat dalam waktu distribusi, dan akurat dalam kualitas serta harga.
Dengan langkah ini, Aceh diharapkan dapat menyambut Ramadhan dengan hati yang lebih lapang. Meugang tetap hidup, dan kebijakan publik benar-benar hadir sebagai penguat bagi masyarakat.
~Kabiro GPN Sabang News Oleh -Eric Karno
~Sumber - Isa Alima Aceh
Social Header
Kontributor