Relawan dari Dalam dan Luar Aceh Siap Diterjunkan untuk Trauma Healing Korban Banjir dan Longsor
BANDA ACEH — | 14 Desember 2025- | Yayasan Aceh Bergerak secara resmi membuka pendaftaran relawan kemanusiaan untuk membantu korban banjir dan longsor di sejumlah wilayah Aceh sejak 6 Desember 2025. Antusiasme publik terlihat sangat tinggi. Dalam tiga hari pertama, jumlah pendaftar telah menembus 500 orang, dan hingga Jumat (12/12), total relawan yang mendaftar mendekati 900 orang.
Ketua Yayasan Aceh Bergerak, Eva Hazmaini, menyampaikan bahwa para relawan tidak hanya berasal dari berbagai kabupaten/kota di Aceh, tetapi juga datang dari luar daerah, seperti Padang, Medan, Riau, Kalimantan, hingga Jakarta. Bahkan, sejumlah relawan menyatakan kesiapannya untuk berangkat menggunakan biaya pribadi demi terlibat langsung dalam misi kemanusiaan ini.
“Kondisi darurat seperti ini membutuhkan banyak tenaga dengan beragam keahlian. Relawan medis, pemetaan, trauma healing, hingga tenaga pendukung lainnya sangat dibutuhkan untuk membantu masyarakat terdampak,” ujar Eva.
Pada tahap awal, para relawan akan difokuskan untuk melakukan trauma healing, pendampingan psikososial, serta pembersihan fasilitas umum di wilayah Pidie Jaya yang terdampak cukup parah. Selanjutnya, tim relawan direncanakan bergerak ke Aceh Tamiang, yang juga dilaporkan membutuhkan penanganan cepat dan intensif.
Sementara itu, wilayah Aceh Tengah, Gayo Lues, dan Bener Meriah diproyeksikan menjadi lokasi penugasan tahap berikutnya, dengan mempertimbangkan kondisi akses, keamanan, serta kebutuhan riil di lapangan.
Saat ini, Yayasan Aceh Bergerak tengah melakukan pendataan dan pemetaan kemampuan setiap relawan guna memastikan penempatan personel berjalan efektif, tepat sasaran, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di daerah terdampak.
Eva menegaskan, meskipun sebagian wilayah mulai menerima bantuan, masih banyak daerah terpencil yang belum tersentuh secara optimal.
“Sekecil apa pun kontribusi yang diberikan, dampaknya sangat berarti bagi para korban. Kehadiran relawan adalah bentuk harapan dan kekuatan moral bagi masyarakat yang sedang bangkit dari bencana,” pungkasnya.
#Laporan Pantauan Pers GPN Sabang News Oleh Kabiro | Eric Karno
Social Header
Kontributor