![]() |
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan permohonan maaf dan penyesalan mendalam. Ia menegaskan Polri berkomitmen mengusut kasus tersebut secara terbuka. (Foto:Dok.Ist). |
Peristiwa tersebut terekam kamera warga dan segera memicu gelombang kemarahan publik. Tagar #PolisiPembunuh langsung menjadi trending topic di media sosial, mencerminkan desakan luas agar aparat bertanggung jawab penuh atas insiden ini.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan permohonan maaf dan penyesalan mendalam. Ia menegaskan Polri berkomitmen mengusut kasus tersebut secara terbuka.
“Polri menyampaikan permohonan maaf dan menyesalkan peristiwa ini. Kami pastikan investigasi dilakukan sesuai aturan,” ujar Kapolri.
Kapolri menginstruksikan Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri turun tangan menindaklanjuti kasus, serta mengusut identitas dan keberadaan korban yang terlibat dalam insiden tersebut.
Dalam rekaman amatir, mobil Barracuda bertuliskan Brimob terlihat melaju kencang saat massa berhamburan. Seorang driver ojol berusaha menghindar, namun tersungkur dan terlindas kendaraan.
Massa yang awalnya bubar, spontan kembali mengepung mobil, memukul bodi kendaraan, bahkan ada yang berusaha mengejarnya. Namun, diduga kendaraan taktis tetap melaju meninggalkan lokasi tanpa menghiraukan korban.
Data sementara mencatat dua korban. Pertama, Affan Kurniawan, pengemudi ojol yang dinyatakan meninggal dunia usai dirawat di RS Pelni, Petamburan. Kedua, Umar, warga Sukabumi, selamat namun mengalami luka berat dan masih dirawat intensif.
Rekan-rekan ojol membanjiri media sosial dengan doa dan kecaman. “Alhamdulillah Pak Umar selamat, tapi rekan kita lainnya meninggal. Semoga husnul khatimah,” tulis salah satu akun komunitas ojol.
Kericuhan bermula sejak sore, ketika massa aksi membakar ban dan merangsek ke area Gedung DPR. Aparat merespons dengan gas air mata dan water cannon, namun ketegangan meluas ke sejumlah titik, termasuk Jalan KS Tubun dan Jalan Asia Afrika. Akses transportasi ikut lumpuh, bahkan jalur KRL sempat terhenti karena rel diduduki massa.
Tragedi Pejompongan ini menambah luka mendalam dari eskalasi unjuk rasa. Publik kini menunggu kejelasan hasil investigasi Polri.
Komunitas ojol dan warganet mendesak penegakan hukum yang transparan, sanksi tegas bagi pihak yang lalai, serta jaminan agar tragedi serupa tak kembali terulang.
Insiden ini menjadi ujian besar bagi institusi kepolisian dalam menjaga akuntabilitas dan melindungi warga sipil di tengah dinamika demokrasi.
Editor: jun uk
Social Header