![]() |
Silahturahmi Kapolda Aceh Brigjen Pol Drs. Marzuki Ali Basyah, MM bersama tokoh masyarakat sekeliling Mapolda Aceh. (Foto: Dok. GPN) |
Silahturahmi Kapolda Aceh, Marzuki Ali Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat: “Polri Humanis, Aceh Aman dan Sejahtera”
Banda Aceh – Kapolda Aceh Brigjen Pol Drs. Marzuki Ali Basyah, MM, menegaskan komitmennya menghadirkan Polri dan Aceh yang meusyuhu, Polri humanis dan dekat dengan masyarakat. Hal itu ia sampaikan dalam kegiatan silaturahmi bersama tokoh masyarakat, tokoh agama, dan organisasi kemasyarakatan di sekitar Mapolda Aceh, Sabtu (30/8/2025).
Acara yang dihadiri oleh Keuchik, tokoh masyarakat, pemerintah desa Lingke, Tibang, Alue naga dan undangan khusus untuk santunan anak yatim dari desa-desa seputaran Polda Aceh. turut tampak dihadiri pengurus MUNA Kota Banda Aceh Tgk. Abdul Aziz, Abon, Walidi Bustaman, Tgk. Isramudi, Tgk. Muchtar dan pengurus lainya serta sejumlah undangan serta acara tersebut berlangsung penuh keakraban.
Dalam suasana dialog terbuka, Kapolda membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, masukan, hingga kritik secara langsung. Sebagai bentuk kepedulian sosial, Kapolda juga menyerahkan santunan kepada 250 anak yatim.
“Polri hadir untuk melayani, melindungi, dan mengayomi. Mari kita jaga kamtibmas dengan kebersamaan, jangan beri peluang bagi siapa pun yang ingin mengganggu ketenteraman Aceh,” tegas Brigjen Pol Marzuki Ali dalam sambutannya.
Ia juga menekankan pentingnya mekanisme pelaporan resmi jika ada anggota Polri yang bersikap arogan atau melanggar kode etik.
- “Silakan lapor langsung ke Propam. Jangan gunakan media sosial yang bisa dipelintir pihak lain. Setiap laporan resmi akan kami tindaklanjuti sesuai aturan,” ujarnya.
Dalam arah kebijakannya, Brigjen Pol Marzuki Ali mengusung visi menghadirkan Polri yang humanis, transparan, dan akuntabel, dengan misi memperkuat sinergi bersama seluruh elemen masyarakat. Beberapa poin strategis yang ia tekankan antara lain:
- Polri Humanis: Mengedepankan sikap ramah, pelayanan maksimal, serta keterbukaan terhadap kritik.
- Kemitraan dengan Ulama dan Tokoh Adat: Menjadikan nilai budaya dan kearifan lokal sebagai landasan menjaga keamanan di Aceh.
- Penguatan Kamtibmas: Mengajak masyarakat berperan aktif mencegah kejahatan, penyalahgunaan narkoba, serta potensi konflik sosial.
- Transparansi dan Akuntabilitas: Memastikan seluruh pelayanan kepolisian berjalan sesuai aturan, adil, dan dapat dipertanggung jawabkan. "Menutup acara, Kapolda mengajak seluruh pihak menjaga persatuan dan kedamaian demi kesejahteraan masyarakat.”ungkap nya.
“Kantor Polda milik pemerintah, milik kita bersama mari masyarakat datang dan berdiskusi tentang masalah apa saja, tegur saya untuk saling berdiskusi dimana saja bila berjumpa, baik di mushalla dan majelis-majelis ilmu. Aceh ini rumah kita bersama. Dengan keamanan yang terjaga, pembangunan akan berjalan lancar dan kesejahteraan dapat dirasakan oleh semua,” pungkasnya.
Social Header