HKTI Sabang Perkuat Persatuan Petani, Wisata Agro Jadi Peluang Ekonomi Baru
MEDIAGAJAHPUTIHNEWS.COM
WILAYAH SABANG (PULAU WEH-ACEH)
REDAKSIGPN-NEWS-DAERAH
SABANG —GPN NEWS | 20 OKTOBER 2026 | Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kota Sabang memperkuat semangat kebersamaan petani untuk membangun sektor pertanian yang produktif, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain sektor pariwisata bahari, potensi pertanian Pulau Weh dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai kekuatan ekonomi daerah, termasuk melalui konsep wisata agro.
Semangat tersebut mengemuka dalam kegiatan pemilihan dan pelantikan pengurus HKTI tingkat provinsi serta kabupaten/kota yang berlangsung di Anjong Mon Mata, Aceh, dan dihadiri Ketua Umum HKTI, Dr. H. Sudaryono, B.Eng., M.M., M.B.A.
Ketua DPC HKTI Kota Sabang, Zulkifli H. Adam, melalui Sekretaris DPC HKTI Kota Sabang, Syukri alias T. Bayu, menyampaikan pentingnya menjaga kerukunan, memperkuat persatuan, dan membangun semangat baru di kalangan petani.
Menurutnya, Sabang tidak hanya memiliki keindahan alam dan daya tarik wisata bahari, tetapi juga tanah yang subur serta potensi pertanian yang patut dikembangkan secara serius. Potensi tersebut perlu dikelola secara kreatif agar memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya para petani.
Salah satu peluang yang dapat dikembangkan ialah wisata agro, yakni menjadikan kebun dan ladang sebagai destinasi kunjungan wisatawan. Dengan konsep ini, petani berpeluang memperoleh penghasilan bukan hanya dari hasil panen, tetapi juga dari kunjungan wisata, penjualan produk lokal, dan kegiatan edukasi pertanian.
Gagasan tersebut membuka peluang agar sektor pertanian dan pariwisata saling melengkapi. Kebun dan ladang tidak hanya menjadi tempat produksi pangan, tetapi juga dapat menawarkan pengalaman wisata yang memperkenalkan kekayaan alam, proses budidaya, serta kehidupan petani kepada pengunjung.
Sabang yang kerap dijuluki secuil tanah dari surga memiliki potensi alam yang dapat menjadi modal pengembangan tersebut. Jejak perkebunan rempah pada masa lalu, termasuk nama Kebun Merica yang dikenal masyarakat, juga menjadi bagian dari cerita sejarah pertanian yang dapat digali sebagai nilai tambah bagi wisata agro.
Melalui penguatan organisasi HKTI, para petani diharapkan semakin solid dalam meningkatkan produktivitas, mengembangkan inovasi, serta membangun kerja sama dengan pemerintah dan pelaku usaha pariwisata.
Semangat yang diusung HKTI Kota Sabang terangkum dalam pesan “Rukun Sabang Makmur, Panen Melimpah.” Kerukunan menjadi landasan untuk memperkuat persaudaraan petani, sedangkan produktivitas dan inovasi menjadi jalan menuju kesejahteraan bersama.
Dengan pengelolaan yang terarah dan berkelanjutan, pertanian berpeluang menjadi salah satu penopang ekonomi Sabang sekaligus memperkaya pilihan destinasi wisata di Pulau Weh. Kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh keindahan alam dan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat mengelola potensi lokal untuk menciptakan kesejahteraan yang nyata.
-Mj Eric Karno | Media GPN Sabang News
0 Komentar