PUTRI BETUNG, GajahPutihNews, 04 JULI 2026 – Sinergitas nyata antara TNI dan masyarakat kembali terwujud di wilayah teritorial. Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 09/Putri Betung, Sertu Hadi Kis, bersama personil BKO Batalyon TP 855/Raksaka Dharma, melaksanakan aksi gotong royong massal bersama warga setempat pada Sabtu (04/07/2026). Kegiatan ini difokuskan pada pengangkutan dan melangsir logistik bahan material untuk pembangunan Jembatan Gantung Garuda Merah Putih.
Aktivitas pelangsiran material ini dimulai dari titik awal di Kantor Koramil 09/Putri Betung menuju lokasi utama pembangunan jembatan yang terletak di Dusun Reje Bujang, Desa Uning Pune, Kecamatan Putri Betung. Medan yang menantang tidak menyurutkan semangat para prajurit dan masyarakat yang bahu-membahu memindahkan material demi percepatan pembangunan infrastruktur vital tersebut.
Pada aksi gotong royong kali ini, fokus pekerjaan difokuskan pada mobilisasi sejumlah material struktural penting, meliputi:
Besi ulir ukuran 13 inch dan besi ukuran 8 inch sebagai kerangka utama struktur jembatan.
Kayu Broti dan Triplek yang digunakan untuk pemasangan mal/bekisting pengecoran.
Angker/cakar ayam yang telah dirakit presisi sesuai dengan ukuran volume pondasi.
Kawat Bendrat (kawat pengikat besi) dan semen berkualitas tinggi untuk kekuatan cor beton.
Tujuan utama dari kegiatan gotong royong dan pelangsiran material ini adalah untuk memastikan seluruh kebutuhan logistik pembangunan Jembatan Gantung Garuda Merah Putih tiba di lokasi tepat waktu tanpa hambatan. Mengingat akses jalan menuju lokasi cukup terbatas, metode pelangsiran secara manual dan estafet bersama masyarakat menjadi solusi paling efektif demi mempercepat fase awal pembangunan pondasi dan struktur utama jembatan.
Harapan yang ingin dicapai melalui pembangunan infrastruktur ini adalah terbukanya aksesibilitas transportasi yang aman, layak, dan representatif bagi warga Dusun Reje Bujang dan Desa Uning Pune secara keseluruhan. Keberadaan Jembatan Gantung Garuda Merah Putih ini diharapkan mampu memangkas waktu tempuh, memperlancar mobilitas ekonomi, serta mempermudah anak-anak sekolah dan petani dalam mengangkut hasil bumi. Lebih dari sekadar pembangunan fisik, kegiatan ini diharapkan dapat mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat serta menghidupkan kembali semangat budaya gotong royong sebagai identitas bangsa.
Kegiatan pelangsiran material ini berjalan dengan aman, tertib, dan penuh rasa kekeluargaan antara personel TNI dan segenap warga desa.
0 Komentar