Blangjerango | Seputar Gayo – Langkah besar dalam membangun generasi Qurani dan berkarakter resmi dimulai di Desa Ketukah, Kecamatan Blangjerango, Kabupaten Gayo Lues.
Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu (TKIT) Bunayya Ketukah di bawah naungan Yayasan Nurhayati Sahali resmi diresmikan, disambut antusias masyarakat dan mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kecamatan Blangjerango.
Peresmian yang berlangsung pada Senin (20/7/2026) itu dihadiri Camat Blangjerango Zulkarnain, tokoh masyarakat, pengurus Yayasan Nurhayati Sahali, para kepala sekolah Bunayya Pusat, wali murid, serta masyarakat Desa Ketukah.
Dalam sambutannya, Camat Blangjerango Zulkarnain menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Karena itu, pemerintah kecamatan siap menjadi mitra dalam mendukung perkembangan TKIT Bunayya Ketukah.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Nurhayati Sahali yang telah menghadirkan TKIT Bunayya di Desa Ketukah. Kehadiran sekolah ini sangat penting untuk mendukung program wajib belajar dan mempersiapkan anak-anak sebelum memasuki jenjang sekolah dasar," ujar Zulkarnain.
Ia menambahkan, Pemerintah Kecamatan Blangjerango akan berupaya mengoptimalkan seluruh potensi yang dimiliki, baik di tingkat desa maupun kecamatan, guna mendukung kemajuan lembaga pendidikan tersebut.
Menurutnya, pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan sinergi antara yayasan, tenaga pendidik, orang tua, dan masyarakat agar mampu melahirkan generasi yang cerdas, berakhlak mulia, serta memiliki dasar keislaman yang kuat.
Sementara itu, kehadiran TKIT Bunayya Ketukah disambut hangat oleh masyarakat. Sekolah ini diharapkan menjadi pusat pendidikan anak usia dini yang tidak hanya mengajarkan kemampuan akademik, tetapi juga membentuk karakter, kedisiplinan, serta kecintaan anak terhadap nilai-nilai Islam sejak usia dini.
Dengan diresmikannya TKIT Bunayya Ketukah, masyarakat Desa Ketukah kini memiliki pilihan pendidikan yang lebih dekat dan berkualitas bagi putra-putri mereka. Kehadiran sekolah tersebut diharapkan menjadi awal lahirnya generasi penerus Gayo Lues yang unggul, religius, dan mampu bersaing di masa depan.
"Membangun sekolah berarti membangun peradaban. Menanam pendidikan sejak usia dini berarti menyiapkan masa depan Gayo Lues yang lebih baik."
Reporter: Kang Juna
0 Komentar