Berita

📰 Berita Terbaru

Cari Berita Ini

Breaking News

Kantor Dinas Koperasi dan UKM Aceh Disegel Orang Tak Dikenal, Diduga Berkaitan dengan Polemik Bantuan Becak Barang

By redaksi GPN NEWS
Kamis, 9 Juli 2026
Editor: Ali Gondrong 

Kantor Dinas Koperasi dan UKM Aceh Disegel Orang Tak Dikenal, Diduga Berkaitan dengan Polemik Bantuan Becak Barang

BANDA ACEH – Kantor Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Aceh yang berlokasi di Jalan Prof. Ali Hasyimi, Banda Aceh, mendadak dipasangi spanduk penyegelan oleh orang tak dikenal pada Kamis (9/7/2026) pagi.

Spanduk berukuran besar tersebut dipasang di pintu gerbang kantor dengan tulisan berbunyi, “KANTOR INI DISEGEL OLEH KAUM AKAR RUMPUT.” Aksi itu sontak menarik perhatian masyarakat yang melintas sejak pagi, termasuk para pegawai yang hendak memasuki kantor.

Peristiwa tersebut dengan cepat menjadi viral di berbagai media sosial dan memicu beragam tanggapan dari masyarakat. Selain menjadi perbincangan publik, aksi penyegelan itu juga disebut-sebut menjadi perhatian di lingkungan Pemerintah Aceh.

Hingga berita ini diturunkan, identitas pelaku maupun motif pasti di balik aksi penyegelan tersebut masih belum diketahui. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Aceh, Reza Ferdian, juga belum memberikan keterangan resmi. Saat dihubungi oleh kawan-kawan media pada Kamis (9/7/2026), telepon seluler yang bersangkutan dalam keadaan tidak aktif.

Diduga Berkaitan dengan Polemik Penyaluran Bantuan

Aksi penyegelan tersebut diduga berkaitan dengan polemik penyaluran bantuan becak barang di Kabupaten Pidie yang belakangan menjadi sorotan publik.

Sejumlah laporan menyebutkan bahwa beberapa unit becak barang bantuan pemerintah diduga tidak lagi berada di tangan penerima yang tercatat secara resmi sebagai penerima manfaat.

Sebelumnya, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Aceh, Reza Ferdian, telah membantah tudingan mengenai adanya bantuan fiktif. Ia menegaskan bahwa seluruh bantuan telah diserahkan kepada penerima yang memenuhi persyaratan, disertai administrasi yang lengkap sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Menurutnya, persoalan baru muncul setelah proses penyerahan bantuan selesai. Ia menduga terdapat sebagian penerima yang kemudian menjual kembali becak bantuan tersebut kepada pihak lain.

Meski demikian, penjelasan tersebut dinilai belum sepenuhnya meredam kegelisahan publik. Sejumlah pihak mendesak agar dilakukan penelusuran dan investigasi secara menyeluruh untuk memastikan program bantuan benar-benar diterima serta dimanfaatkan oleh penerima yang berhak sesuai dengan tujuan pemberian bantuan. 

Selain itu, investigasi juga dinilai penting untuk memastikan tidak terjadi penyimpangan dalam proses pendataan, penyaluran, maupun pemanfaatan bantuan pemerintah.

0 Komentar

© Copyright 2022 - gajah putih News.com