![]() |
Gajah putih news.com Ali Gondrong |
ACEH TIMUR – Semangat mengenang jasa para syuhada Aceh kembali diwujudkan melalui kegiatan Doa Bersama untuk Para Syuhada Aceh dan Santunan Anak Yatim yang digelar di Gampong Seuneubok Tuha I, Kecamatan Darul Aman, Kabupaten Aceh Timur, Sabtu (11/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung penuh khidmat tersebut menjadi momentum memperkuat nilai keislaman, kepedulian sosial, serta mempererat silaturahmi antar warga di wilayah Peureulak.
Kegiatan tersebut diselenggarakan atas kolaborasi Aceh Peduli Nanggroe (Aceh Foundation), Komite Peralihan Aceh (KPA) Sagoe Meh Due D3 Wilayah Peureulak, serta unsur Partai Aceh. Hadir dalam kegiatan itu tokoh agama, tokoh masyarakat, mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), aparatur gampong, pemuda, dan masyarakat yang memadati lokasi acara.
Ketua panitia, Faisal, mengatakan bahwa doa bersama merupakan bentuk penghormatan kepada para syuhada yang telah mengorbankan jiwa dan raga dalam perjuangan Aceh. Menurutnya, perjuangan mereka tidak boleh dilupakan oleh generasi penerus.
“Kita berkumpul hari ini untuk memanjatkan doa kepada para syuhada Aceh. Sesungguhnya mereka sangat membutuhkan doa dari kita semua. Selain itu, melalui kegiatan ini kita juga ingin berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial yang menjadi tanggung jawab bersama,” ujar Faisal.
Ia menegaskan bahwa perjuangan para syuhada telah menjadi bagian penting dari sejarah Aceh. Oleh karena itu, masyarakat memiliki tanggung jawab moral untuk terus mendoakan mereka sekaligus menjaga hasil perdamaian yang telah diraih.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, dilanjutkan doa bersama yang dipimpin oleh ulama setempat. Suasana haru tampak menyelimuti para peserta yang khusyuk memanjatkan doa bagi para syuhada Aceh.
Usai doa bersama, panitia menyerahkan santunan kepada anak-anak yatim. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak yang membutuhkan sekaligus mengamalkan nilai-nilai ajaran Islam tentang pentingnya menyayangi dan memperhatikan anak yatim.
Menurut Faisal, santunan tersebut bukan semata-mata bantuan materi, tetapi juga menjadi simbol hadirnya kepedulian masyarakat terhadap sesama.
“Kami berharap anak-anak yatim tetap merasakan kasih sayang dan perhatian dari masyarakat. Mudah-mudahan bantuan yang diberikan dapat membawa manfaat dan menjadi penyemangat bagi mereka untuk terus belajar dan meraih masa depan yang lebih baik,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Faisal juga mengajak seluruh elemen masyarakat agar terus menjaga tradisi doa bersama sebagai bagian dari upaya merawat nilai-nilai perjuangan dan memperkuat ukhuwah Islamiyah.
“Kegiatan seperti ini jangan berhenti sampai di sini. Insya Allah ke depan harus terus kita laksanakan secara berkelanjutan agar semangat mengenang jasa para syuhada dan kepedulian terhadap anak yatim tetap hidup di tengah masyarakat,” ujarnya.
Sejumlah tokoh masyarakat yang hadir turut mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk terus menjaga persatuan, memperkuat silaturahmi, serta mengisi masa damai dengan kegiatan-kegiatan positif yang membawa manfaat bagi umat.
Mereka menilai perdamaian Aceh merupakan anugerah yang harus dijaga bersama melalui pembangunan, pendidikan, dakwah, dan kegiatan sosial kemasyarakatan yang mempererat persaudaraan.
Kegiatan berakhir dalam suasana penuh kekeluargaan. Selain menjadi momentum mengenang jasa para syuhada Aceh, acara tersebut juga mempererat hubungan antara masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, unsur KPA, Partai Aceh, serta berbagai elemen masyarakat di wilayah Peureulak.
Panitia berharap kegiatan serupa dapat menjadi agenda rutin setiap tahun sebagai ikhtiar menjaga nilai-nilai perjuangan, memperkuat solidaritas sosial, serta menumbuhkan kepedulian terhadap anak-anak yatim dan masyarakat yang membutuhkan.

0 Komentar