![]() |
Danden Gegana Brimob Polda Aceh Tanamkan Karakter Pelajar Melalui Program Saweu Sikula, Tegaskan Generasi Muda Harus Jadi “Powerbank Bangsa” Media: Gajahputihnews.com Senin, 13 Juli 2026 Ali Gondrong |
Danden Gegana Brimob Polda Aceh Tanamkan Karakter Pelajar Melalui Program Saweu Sikula, Tegaskan Generasi Muda Harus Jadi “Powerbank Bangsa”
BANDA ACEH – Komitmen Kepolisian Republik Indonesia dalam membangun karakter generasi muda terus diwujudkan melalui berbagai program pembinaan di lingkungan pendidikan. Salah satunya diwujudkan oleh Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Aceh yang melaksanakan kegiatan Saweu Sikula di SMA Negeri 8 Banda Aceh, Senin (13/7/2026).
Pada kesempatan tersebut, Komandan Detasemen (Danden) Gegana Satuan Brimob Polda Aceh, AKBP Dr. Akmal, S.E., M.M., bertindak sebagai pembina upacara bendera. Kehadirannya tidak hanya memimpin jalannya upacara, tetapi juga memberikan motivasi serta pembinaan karakter kepada para pelajar agar mampu menjadi generasi yang berintegritas, berprestasi, dan memiliki semangat kebangsaan yang tinggi.
Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Dansubden Bantuan Administrasi dan Teknis (Bantis) AKP Agus Kurniadi, Kanit Jibom Ipda Joko Harsono, serta Panit Wanteror Ipda Bambang Hariyadi, S.H. Kegiatan berlangsung tertib dan penuh khidmat, dihadiri kepala sekolah, dewan guru, tenaga kependidikan, serta seluruh peserta didik SMA Negeri 8 Banda Aceh.
Mengangkat tema “Pelajar Indonesia adalah Powerbank Bangsa”, AKBP Dr. Akmal menyampaikan bahwa pelajar merupakan aset strategis sekaligus energi utama yang akan menentukan arah pembangunan Indonesia pada masa mendatang. Karena itu, setiap peserta didik harus mampu mempersiapkan diri sejak dini melalui pendidikan, pembentukan karakter, penguatan moral, dan peningkatan kompetensi.
Menurutnya, filosofi powerbank menggambarkan pentingnya proses mengisi kapasitas diri secara terus-menerus. Semakin banyak ilmu pengetahuan, pengalaman, kedisiplinan, etika, dan nilai-nilai luhur yang dimiliki seseorang, semakin besar pula manfaat yang dapat diberikan kepada bangsa dan negara ketika kelak mengemban tanggung jawab sebagai pemimpin maupun anggota masyarakat.
“Pelajar hari ini adalah pemimpin masa depan. Bekal terbaik bukan hanya nilai akademik, tetapi juga karakter, kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan semangat untuk terus belajar sepanjang hayat,” ujar AKBP Dr. Akmal di hadapan ratusan peserta upacara.
Dalam amanatnya, ia juga mengingatkan para siswa agar mampu membentengi diri dari berbagai pengaruh negatif yang dapat menghambat masa depan. Ancaman penyalahgunaan narkotika, perundungan (bullying), tawuran antar pelajar, penyebaran hoaks, hingga penyalahgunaan media sosial dan paparan konten pornografi menjadi tantangan nyata yang harus diwaspadai oleh generasi muda di era digital.
Menurutnya, kemajuan teknologi ibarat dua sisi mata uang. Di satu sisi membuka peluang besar bagi pengembangan ilmu pengetahuan, kreativitas, dan inovasi, namun di sisi lain dapat membawa dampak negatif apabila tidak dimanfaatkan secara bijaksana.
Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pelajar untuk menjadikan media digital sebagai ruang belajar, berkreasi, dan meningkatkan prestasi, bukan sebagai sarana menyebarkan ujaran kebencian, melakukan perundungan, ataupun mengakses konten yang bertentangan dengan norma agama, hukum, dan nilai-nilai moral.
Lebih lanjut, Danden Gegana menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang unggul untuk menghadapi tantangan global, perkembangan teknologi, serta persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif. Karena itu, generasi muda dituntut memiliki kemampuan akademik yang baik, kecakapan berpikir kritis, kepemimpinan, integritas, serta kepedulian sosial.
Ia berharap para pelajar mampu menjadi teladan di lingkungan sekolah maupun masyarakat dengan mengedepankan sikap disiplin, menghormati guru dan orang tua, menjaga persatuan, serta terus mengukir prestasi yang membanggakan daerah maupun bangsa.
Program Saweu Sikula yang diinisiasi Detasemen Gegana Brimob Polda Aceh mendapat apresiasi positif dari keluarga besar SMA Negeri 8 Banda Aceh. Para siswa tampak antusias mengikuti jalannya upacara sekaligus menyimak materi motivasi yang disampaikan. Interaksi yang terjalin antara personel Brimob dan para pelajar mencerminkan kedekatan Polri dengan dunia pendidikan dalam membangun budaya belajar yang aman, tertib, dan kondusif.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan kolaborasi antara Polri dan lembaga pendidikan dapat terus diperkuat sebagai bagian dari upaya mencetak generasi emas Indonesia yang cerdas, disiplin, berkarakter, berakhlak mulia, memiliki wawasan kebangsaan, serta mampu menjadi agen perubahan yang membawa kemajuan bagi Aceh dan Indonesia di masa depan.



0 Komentar