DARI SABANG, PEREMPUAN MENJAGA PERSATUAN, MENGGERAKKAN PEMBANGUNAN, DAN MENYALAKAN HARAPAN INDONESIA
MEDIAGAJAHPUTIHNEWS.COM
WILAYAH SABANG (PULAU WEH-ACEH)
REDAKSIGPN-NEWS-DAERAH
GPN NEWS || Sabang – Di ujung barat Nusantara, tempat matahari Indonesia pertama kali menyapa Samudera Hindia, semangat Pancasila terus hidup dalam denyut kehidupan masyarakat. Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Juni bukan sekadar mengenang sejarah lahirnya dasar negara, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat tekad menjaga persatuan, merawat keberagaman, dan melanjutkan pembangunan demi masa depan bangsa yang lebih maju.
Kota Sabang, yang dikenal sebagai gerbang paling barat Indonesia dan ikon wisata bahari nasional, selama ini telah menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila bukan hanya slogan yang diucapkan, melainkan prinsip yang tumbuh dan mengakar dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Dalam keberagaman, masyarakat Sabang hidup berdampingan dengan damai, saling menghormati, serta bergotong royong membangun daerah yang aman, nyaman, dan sejahtera.
Di tengah perjalanan pembangunan daerah, perempuan menjadi salah satu pilar penting yang terus menjaga kokohnya nilai-nilai kebangsaan. Melalui keluarga, pendidikan karakter, kepedulian sosial, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat, perempuan hadir sebagai penggerak perubahan sekaligus penjaga moral bangsa.
Ketua TP-PKK Kota Sabang,Ny.Nuri Farisal, mengatakan bahwa Hari Lahir Pancasila merupakan momentum untuk memperkuat peran keluarga sebagai benteng utama dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi penerus.
Menurutnya, seorang ibu bukan hanya pendidik pertama bagi anak-anaknya, tetapi juga penjaga nilai-nilai luhur bangsa yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dari keluarga yang kuat akan lahir generasi yang memiliki karakter, integritas, semangat kebersamaan, serta rasa cinta kepada tanah air.
“Pancasila harus hadir dalam tindakan nyata, bukan hanya dalam kata-kata. Nilai gotong royong, persatuan, toleransi, dan kepedulian sosial harus terus ditanamkan sejak dini. Perempuan memiliki peran strategis dalam membangun karakter bangsa melalui keluarga yang harmonis, sehat, dan berkualitas,” ujar Nuri Farisal.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa TP-PKK Kota Sabang akan terus mendukung berbagai program pemberdayaan perempuan, peningkatan kesejahteraan keluarga, pendidikan anak, serta penguatan ekonomi masyarakat sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam pembangunan daerah.
Sementara itu, Staf Ahli TP-PKK Kota Sabang,Ny.Erwani Meutia, menilai bahwa Sabang merupakan salah satu contoh daerah yang berhasil menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat. Menurutnya, nilai-nilai Pancasila dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat yang menjunjung tinggi kebersamaan, persaudaraan, dan kepedulian terhadap sesama.
“Keindahan Sabang bukan hanya terletak pada lautnya yang biru, pantainya yang eksotis, atau panorama alamnya yang memukau. Keindahan sesungguhnya adalah ketika masyarakat hidup rukun, saling menghargai, serta memiliki semangat gotong royong untuk membangun daerah bersama-sama. Itulah wajah Pancasila yang hidup di tengah masyarakat,” ungkap Erwani.
Momentum Hari Lahir Pancasila tahun 2026 juga menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur semata, tetapi juga dari kemampuan masyarakat menjaga persatuan, memperkuat solidaritas sosial, serta membangun kehidupan yang berkeadilan dan bermartabat.
Di bawah kepemimpinan Pemerintah Kota Sabang, berbagai program pembangunan terus diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat sektor pariwisata, mengembangkan UMKM, memberdayakan perempuan, melestarikan lingkungan, serta menciptakan ruang hidup yang nyaman bagi masyarakat dan wisatawan.
Sebagai daerah yang menjadi titik awal Indonesia dari sebelah barat, Sabang memiliki makna yang sangat istimewa dalam perjalanan bangsa. Dari kota kecil yang dikelilingi lautan ini, semangat persatuan terus dikumandangkan, keberagaman terus dirawat, dan nilai-nilai kebangsaan terus diwariskan kepada generasi penerus.
Hari Lahir Pancasila bukan hanya milik para pendiri bangsa, tetapi menjadi milik seluruh rakyat Indonesia yang setiap hari menjaga persaudaraan, bekerja dengan tulus, serta berkontribusi bagi kemajuan negeri sesuai peran dan tanggung jawab masing-masing.
Dari Sabang, pesan persatuan terus bergema. Dari Sabang, semangat gotong royong terus menyala. Dari Sabang, perempuan terus menjadi pelita keluarga, penjaga nilai kebangsaan, dan penggerak pembangunan menuju Indonesia Emas.
Karena Pancasila bukan sekadar warisan sejarah, melainkan cahaya yang menuntun langkah bangsa menuju masa depan yang adil, maju, damai, dan sejahtera.
Dirgahayu Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026
“Memperkokoh Ideologi Pancasila, Menuju Indonesia Raya.”
-Reporter/Perss GPN Sabang News Oleh Kabiro : MJ Eric Karno
-Sumber/Photo : Ibu Walikota Sabang
-Rilis/RedaksiDaerah : Gajah putih News.com
Social Header
Berita
Cari Blog Ini
Laporkan Penyalahgunaan
Kontributor