![]() |
| RSUD Meuraxa Banda Aceh Media: Gajahputihnews.com Kamis, 28 Mei 2026 Editor redaksi |
RSUD Meuraxa Banda Aceh Alokasikan Anggaran Jumbo untuk Obat, Implan Medis, dan Revitalisasi IGD pada 2026
BANDA ACEH — Pola belanja RSUD Meuraxa tahun anggaran 2026 menjadi perhatian publik setelah sejumlah paket pengadaan bernilai besar terungkap dalam data pengadaan yang dipublikasikan pada Senin (25/5/2026). Anggaran rumah sakit milik Pemerintah Kota Banda Aceh tersebut didominasi kebutuhan layanan dasar kesehatan, pengadaan farmasi, hingga pengembangan fasilitas medis.
Berdasarkan data tersebut, pengadaan obat-obatan menjadi salah satu pos terbesar dengan nilai mencapai Rp.10,4 miliar. Sementara itu, belanja bahan implan medis tercatat lebih tinggi, yakni menembus Rp.12,5 miliar.
Selain kebutuhan farmasi berjalan, rumah sakit juga masih menanggung kewajiban pembayaran utang pengadaan tahun 2025 dengan nilai miliaran rupiah.
Utang pengadaan yang masih harus diselesaikan meliputi belanja obat-obatan sebesar Rp.7,6 miliar, farmasi Rp.5,5 miliar, serta kebutuhan laboratorium sekitar Rp.1,3 miliar.
Untuk mendukung operasional harian rumah sakit, anggaran juga dialokasikan pada sejumlah layanan penunjang. Paket jasa cleaning service melalui skema outsourcing tercatat mencapai Rp.3,5 miliar dan menjadi salah satu pengadaan non medis terbesar.
Selain itu, kebutuhan makanan pasien dianggarkan Rp.2,45 miliar, pengadaan gas medis dan oksigen lebih dari Rp.1,3 miliar, serta pemusnahan limbah medis sebesar Rp.1,28 miliar.
Di sektor informasi dan komunikasi publik, RSUD Meuraxa juga mengalokasikan anggaran publikasi layanan rumah sakit di media cetak. Tercatat sedikitnya lima paket sosialisasi dan publikasi dengan nilai masing-masing Rp.200 juta atau total sekitar Rp.1 miliar.
Tak hanya fokus pada operasional dan layanan kesehatan, rumah sakit tersebut juga menyiapkan anggaran pengembangan fasilitas dan modernisasi sistem pelayanan.
Revitalisasi Instalasi Gawat Darurat (IGD) dialokasikan sebesar Rp.3 miliar melalui mekanisme tender, sementara renovasi ruang medis khusus mencapai Rp.1,2 miliar.
Adapun pengadaan alat kesehatan dianggarkan lebih dari Rp.6 miliar, termasuk penyelesaian kewajiban tahun sebelumnya.
Di bidang digitalisasi layanan, RSUD Meuraxa turut mengalokasikan anggaran untuk bandwidth internet sebesar Rp.405 juta, sistem radiologi berbasis PACS Rp.710 juta, serta aplikasi akuntansi senilai Rp.100 juta.
Secara umum, mayoritas paket pengadaan tahun anggaran 2026 dilakukan melalui metode e-purchasing dan pengadaan langsung. Hanya sejumlah proyek bernilai besar yang menggunakan mekanisme tender.

Social Header
Berita
Cari Blog Ini
Laporkan Penyalahgunaan
Kontributor