Gajahputihnews | Gayo Lues – Semangat kemanunggalan antara TNI dan rakyat kembali terlihat nyata di Kabupaten Gayo Lues. Pasca banjir luapan sungai yang sempat merendam permukiman warga beberapa waktu lalu, personel TNI dari Koramil 09/Putri Betung bersama prajurit Yonif TP 855/Raksaka Dharma turun langsung membantu masyarakat membersihkan sisa material banjir di Desa Gumpang Lempuh, Kecamatan Putri Betung, Minggu (5 April 2026).
Kegiatan kerja bakti tersebut dipimpin langsung oleh Babinsa Koramil 09/Putri Betung, Sertu Hadi Kiswanto, bersama sejumlah personel Yonif TP 855/RD yang sedang melaksanakan tugas di wilayah tersebut. Sejak pagi hari, para prajurit bersama warga tampak bahu-membahu membersihkan rumah-rumah serta lingkungan sekitar yang masih dipenuhi lumpur, sampah, dan material kayu yang terbawa arus banjir.
Banjir yang terjadi beberapa waktu lalu membawa dampak cukup besar bagi warga Desa Gumpang Lempuh. Selain merendam rumah, derasnya arus air juga menyeret berbagai material seperti batang kayu besar, lumpur tebal, serta puing-puing bangunan yang menghambat aktivitas masyarakat.
Melihat kondisi tersebut, TNI bergerak cepat membantu warga dalam proses pemulihan pascabencana agar lingkungan kembali bersih dan layak dihuni.
Sertu Hadi Kiswanto mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap masyarakat yang sedang mengalami musibah. Menurutnya, kehadiran prajurit di tengah masyarakat tidak hanya dalam konteks pertahanan, tetapi juga membantu warga ketika menghadapi kesulitan.
“Melalui kegiatan gotong royong ini, kami ingin mempercepat proses pemulihan pascabencana agar warga dapat segera kembali menempati rumah mereka dengan aman dan nyaman. Ini juga merupakan bentuk nyata kepedulian TNI kepada masyarakat,” ujar Sertu Hadi Kiswanto di sela-sela kegiatan.
Dalam kegiatan pembersihan tersebut, personel TNI bersama warga memfokuskan evakuasi pada beberapa material yang paling menghambat aktivitas masyarakat. Salah satunya adalah kayu gelondongan yang terbawa arus sungai dan tersangkut di sekitar rumah warga maupun di halaman pemukiman.
Selain itu, lumpur dengan ketebalan cukup tinggi juga menjadi prioritas utama pembersihan. Lumpur yang mengendap di dalam rumah serta di halaman warga dikhawatirkan dapat menimbulkan berbagai penyakit jika tidak segera dibersihkan.
Dengan menggunakan peralatan sederhana seperti cangkul, sekop, dan peralatan manual lainnya, para prajurit bersama masyarakat bekerja secara gotong royong mengangkat lumpur, membersihkan sampah, serta menyingkirkan sisa material bangunan yang rusak akibat terjangan banjir.
Kehadiran TNI di tengah masyarakat tersebut disambut positif oleh warga Desa Gumpang Lempuh. Mereka mengaku sangat terbantu dengan adanya kerja bakti yang dilakukan bersama prajurit TNI.
Salah seorang warga setempat menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian dan bantuan yang diberikan oleh TNI. Menurutnya, proses pembersihan rumah akan sangat berat jika dilakukan sendiri oleh warga tanpa bantuan dari pihak luar.
“Kami sangat berterima kasih kepada bapak-bapak TNI yang sudah membantu kami membersihkan rumah dan lingkungan. Dengan adanya bantuan ini, pekerjaan yang berat terasa lebih ringan,” ungkapnya.
Selain membantu membersihkan rumah warga, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk mempererat hubungan emosional antara TNI dan masyarakat. Kebersamaan yang terjalin melalui kegiatan gotong royong menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Tidak hanya berfokus pada pembersihan lingkungan, kehadiran para prajurit juga diharapkan mampu memberikan dukungan moral kepada warga yang terdampak bencana. Dalam situasi pascabencana, dukungan psikologis menjadi salah satu hal penting agar masyarakat tetap semangat menjalani proses pemulihan.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kondisi lingkungan Desa Gumpang Lempuh dapat segera kembali normal sehingga masyarakat dapat melanjutkan aktivitas sehari-hari seperti biasa.
Hingga berita ini diturunkan, kegiatan pembersihan masih terus berlangsung dengan melibatkan personel TNI dan warga setempat. Semangat gotong royong yang tinggi menjadi kekuatan utama dalam mempercepat pemulihan wilayah yang terdampak banjir tersebut.
(Kang Juna)
Social Header
Berita
Cari Blog Ini
Laporkan Penyalahgunaan
Kontributor