Breaking News

​Pendaki Asal Binjai Meninggal Dunia Akibat Hipotermia di Jalur Pendakian Gunung Leuser

Gayo Lues | ​Blangjerango - Seorang pendaki dilaporkan meninggal dunia saat melakukan ekspedisi di Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL). Korban yang diidentifikasi bernama Kris Biantoro (49), warga Binjai, Sumatera Utara, diduga mengalami hipotermia hebat di tengah kondisi cuaca ekstrem di jalur pendakian.
(Jum'at, 10/04/2026)

​Berdasarkan surat pemberitahuan TNGL No: S.10/SPTN Wil./III/04/2026, peristiwa tragis ini terjadi pada Kamis, 9 April 2026. Korban merupakan bagian dari rombongan yang terdiri dari 13 orang pendaki (11 laki-laki dan 2 perempuan) yang didampingi oleh 3 pemandu (guide) lokal.
​Rombongan tersebut memulai pendakian menuju puncak Leuser sejak 31 Maret 2026. Setelah menghabiskan waktu sekitar satu minggu di puncak, musibah terjadi saat tim sedang dalam perjalanan turun (pulang).
​Pukul 07.30 WIB: Korban dilaporkan mengalami kondisi darurat (hipotermia) di lokasi yang dikenal sebagai Pos Lapangan Bola. Ketua tim dan rekan-rekan sempat memberikan pertolongan pertama, namun korban tidak memberikan respon.
​Pukul 16.00 WIB: Kabar duka terkonfirmasi setelah pemandu lokal berhasil mendapatkan sinyal di ketinggian dan menghubungi pihak desa serta rekan di bawah.

​Identitas Korban dan Saksi Kunci
Jabatan Nama Detail
Korban (MD) Kris Biantoro (49) Alamat: Binjai, Sumatera Utara
Pemandu 1 Maizar (36) Desa Penosan Sepakat
Pemandu 2 Rabusin (36) Desa Penosan Sepakat
Pemandu 3 Kaharudin (29) Desa Penosan Sepakat

​Hingga berita ini diturunkan, jenazah korban masih berada di Pos Lapangan Bola (nama istilah tempat diatas Gunung Louser). Mengingat medan yang sangat berat dan kondisi cuaca, evakuasi menghadapi tantangan besar:
​Jarak Tempuh, Lokasi keberadaan jenazah memerlukan waktu tempuh sekitar 4 hari perjalanan darat untuk mencapai Gerbang Leuser (pintu rimba).
​Metode Evakuasi, Setelah koordinasi dilakukan, diputuskan bahwa evakuasi tidak memungkinkan dilakukan melalui jalur udara (helikopter).

​Tim Gabungan, Evakuasi akan dilakukan sepenuhnya melalui jalur darat dengan mengerahkan:
​12 Orang masyarakat ahli/pemandu lokal (Porter).
​5 Personel Brimob.
​5 Personel Polres Gayo Lues.
​Pihak terkait, termasuk TNGL, Kepolisian, dan perangkat Desa Penosan Sepakat masih melakukan rapat koordinasi intensif di bawah pimpinan Bapak Rabudin untuk menentukan titik kumpul, kesiapan logistik, dan teknis pemberangkatan tim SAR darat.

​Keluarga korban di Binjai telah diinformasikan mengenai kejadian ini. Situasi di lokasi koordinasi dilaporkan dalam keadaan aman, tertib, dan penuh kesiapsiagaan untuk memulai operasi kemanusiaan tersebut.

​Catatan: Kondisi cuaca di pegunungan Leuser seringkali berubah secara drastis, bagi para pendaki diimbau untuk selalu memastikan kesiapan fisik dan perlengkapan yang memadai.

(Pendim 0113/ Gayo Lues)
© Copyright 2022 - gajah putih News.com