Breaking News

Pemerintah Aceh Barat Luncurkan AMP Mini dan Perjuangkan Kolam Retensi

Pemerintah Aceh Barat Luncurkan AMP Mini dan Perjuangkan Kolam Retensi

Gajahputihnew.com: Aceh Barat – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat resmi meluncurkan alat Asphalt Mixing Plant (AMP) Mini sebagai upaya mengatasi permasalahan jalan berlubang di wilayah tersebut. Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas perbaikan jalan yang selama ini dinilai belum optimal.


Peluncuran AMP Mini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam mempercepat penanganan kerusakan jalan, terutama di tengah keterbatasan anggaran untuk pembangunan infrastruktur secara menyeluruh


Bupati Aceh Barat Tarmizi menjelaskan, sebelumnya metode penambalan jalan (patching) menggunakan material semen. Namun, cara tersebut dinilai kurang efektif karena mudah rusak dan tidak bertahan lama


Dengan kehadiran AMP Mini, proses penambalan kini menggunakan aspal panas yang kualitasnya setara dengan konstruksi jalan aspal pada umumnya


“Jalan berlubang di Aceh Barat cukup banyak. Dengan kondisi keuangan yang terbatas, tidak mungkin dilakukan pengaspalan total. Maka solusi yang dilakukan adalah patching menggunakan AMP Mini agar kerusakan tidak semakin meluas,” ujar Tarmizi saat peluncuran.


Pengadaan AMP Mini ini menelan anggaran sekitar Rp400 juta, termasuk tiga unit alat pendukung. Pada tahap awal, perbaikan difokuskan pada sejumlah ruas jalan strategis, meliputi, Jalan utama di kawasan perkotaan Meulaboh, Ruas Meulaboh–Tutut, Jalan menuju Kecamatan Sama Tiga dan Woyla, Kawasan Kaway XVI, Pante Ceureumen, dan Meureubo


Selain itu, pemerintah juga memprioritaskan penanganan lubang besar yang berpotensi menyebabkan kecelakaan, khususnya di wilayah Bubon dan sekitarnya.


Di sektor lain, Pemerintah Aceh Barat turut mendorong rencana pembangunan kolam retensi di belakang Tugu Teuku Umar dengan estimasi anggaran mencapai Rp300 miliar.


Proyek tersebut dirancang sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi banjir di Kota Meulaboh. Selain fungsi pengendalian air, kolam retensi juga direncanakan menjadi kawasan wisata baru yang dilengkapi fasilitas seperti jogging track.


Saat ini, pemerintah daerah masih menjalin komunikasi dengan kementerian terkait serta DPR RI guna mengupayakan dukungan anggaran dari pemerintah pusat.


Plt Dinas PUPR Aceh Barat Fadly AMP ini nantinya akan kita optimalkan untuk melakukan patching pada jalan berlubang ukuran kecil, menyesuaikan dengan spesifikasi alatnya. Jangkauan operasionalnya meliputi kawasan jalan dalam kawasan kota, dan nanti akan menyisir hingga wilayah kecamatan,” terang Fadly.


Namun, ia juga memberikan catatan bahwa tidak semua kerusakan jalan akan ditangani dengan AMP Mini ini. “Untuk kerusakan yang kategorinya lubang besar atau kondisi jalan yang sudah bergelombang parah, itu tetap akan masuk ke dalam skema perbaikan paket tender atau proy

ek besar,” ujar Fadly


© Copyright 2022 - gajah putih News.com