Breaking News

Komando Garis Depan LSM KOREK Soroti Limbah Berserakan dan Galian Tanah Menumpuk di RSUD Sahudin Kutacane

GajahPutihNews | Kutacane — Kondisi memprihatinkan terjadi di RSUD Sahudin Kutacane. Rumah sakit yang seharusnya menjadi tempat penyembuhan dan pelayanan kesehatan justru menuai sorotan tajam akibat lingkungan yang dinilai kumuh, dipenuhi limbah berserakan serta tumpukan tanah galian di sejumlah titik area rumah sakit.

Permasalahan bermula dari saluran pembuangan air besar yang dilaporkan tersumbat. Akibatnya, limbah kotoran meluap dan mencemari area sekitar fasilitas kesehatan tersebut. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran serius terkait standar kebersihan serta potensi penyebaran penyakit di lingkungan pelayanan medis.

Sorotan keras datang dari Komando Garis Depan DPW LSM KOREK Aceh melalui aktivisnya, Riko Andalas. Ia menilai kondisi tersebut mencerminkan lemahnya pengelolaan fasilitas vital pada institusi kesehatan milik pemerintah daerah.

“Ini bukan persoalan sepele. Rumah sakit seharusnya menjadi tempat yang steril dan higienis, bukan malah berpotensi menjadi sumber penyakit,” tegas Riko kepada wartawan, Selasa (7/4/2026).

Berdasarkan pantauan di lapangan, pihak rumah sakit saat ini melakukan penggalian untuk pembangunan septic tank baru sebagai upaya mengatasi persoalan tersebut. Namun dalam proses pengerjaan ditemukan septic tank lama yang diduga telah penuh dan tidak lagi berfungsi secara optimal.

Ironisnya, pembangunan septic tank baru justru dilakukan di depan teras ruangan pelayanan. Lokasi tersebut dinilai tidak layak karena berpotensi menimbulkan dampak lingkungan yang lebih luas, termasuk gangguan terhadap aktivitas pasien dan tenaga medis.

Tak hanya itu, tanah hasil galian terlihat menumpuk di area rumah sakit tanpa penataan yang jelas. Kondisi tersebut menambah kesan semrawut di lingkungan fasilitas kesehatan yang seharusnya mengedepankan standar kebersihan dan sanitasi.

Keluhan juga datang dari keluarga pasien yang mendampingi kerabatnya di rumah sakit. Mereka mengaku terganggu oleh bau menyengat yang berasal dari area pengerjaan septic tank.
“Baunya sangat menyengat. Kami khawatir ini berdampak pada kesehatan pasien yang sedang dirawat,” ujar salah satu keluarga pasien.
Menanggapi sorotan tersebut, Direktur RSUD Sahudin Kutacane, Fazri, membenarkan bahwa proses perbaikan sistem sanitasi sedang berlangsung.

“Saat ini masih dalam proses perbaikan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat semuanya selesai,” ujarnya singkat.
Meski demikian, kondisi di lapangan tetap menjadi perhatian serius publik. Lingkungan rumah sakit yang dipenuhi limbah dan tumpukan tanah dinilai dapat mengganggu pelayanan medis sekaligus menurunkan kenyamanan pasien serta pengunjung.

Riko Andalas menegaskan bahwa persoalan tersebut tidak boleh ditangani secara setengah hati. Ia mendesak adanya pembenahan menyeluruh terhadap sistem sanitasi rumah sakit.
“Kalau ini dibiarkan, bukan hanya persoalan kenyamanan, tapi bisa menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Harus ada evaluasi total, termasuk sistem sanitasi yang layak dan berstandar,” tegasnya.

Sorotan ini pun menjadi alarm bagi pengelolaan fasilitas kesehatan daerah. Rumah sakit sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan seharusnya menjadi simbol kebersihan, keamanan, dan kenyamanan bagi masyarakat — bukan justru menghadirkan persoalan baru di tengah kebutuhan layanan medis.
© Copyright 2022 - gajah putih News.com