Breaking News

Klaim Pergeseran Kekuatan Global di Tengah Ketegangan Iran–Israel–AS, Ini Fakta dan Analisis Terkini


Klaim Pergeseran Kekuatan Global di Tengah Ketegangan Iran–Israel–AS, Ini Fakta dan Analisis Terkini

Redaksi GPNews
Oleh: Junaidi Ulka 

Isu mengenai “pergeseran kekuasaan dunia” kembali mencuat di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat. Narasi yang beredar menyebutkan bahwa blok China, Rusia, dan Iran telah menguasai kawasan Asia, Afrika, hingga Eropa, sekaligus mengakhiri dominasi global AS. Namun, klaim tersebut perlu dilihat secara lebih objektif dan berdasarkan fakta terkini.

Secara geopolitik, rivalitas antara kekuatan besar dunia memang semakin terlihat, terutama sejak konflik di Timur Tengah kembali memanas. Iran dan Israel terlibat dalam eskalasi konflik tidak langsung maupun terbuka di sejumlah wilayah, sementara Amerika Serikat tetap menjadi sekutu utama Israel, baik secara militer maupun diplomatik.

Di sisi lain, Iran, China dan Rusia memperkuat pengaruhnya melalui kerja sama ekonomi, energi, serta aliansi strategis dengan sejumlah negara berkembang lainnya. China, misalnya, terus memperluas pengaruh global melalui inisiatif pembangunan dan investasi lintas kawasan, sementara Rusia memainkan peran penting dalam dinamika keamanan global.

Meski demikian, para analis menilai bahwa pernyataan tentang, dan “penguasaan penuh dunia oleh blok tertentu” masih bersifat analsisis global. Kita masih harus melihat strategi politik apa yang sedang dimainkan oleh Amerika Serikat. Hingga kini menurut analisis strategi politik timur tengah tetap AS akan memainkan peran dan kekuatan dominan dalam bidang militer, ekonomi, dan teknologi global, meskipun menghadapi tantangan serius dari negara-negara pesaing.

Artinya menurut analisis saya bila mana sekutu-sekutu AS di Timur Tengah mau menjauhi AS dan memutuskan hubungan diplomatik langsung dan berani bergabung dengan BRICS. Apakah Arab Saudi, Qatar, Kuwait dan beberapa negara teluk lainnya berani memutuskan hubungan tersebut ?

Disini negara-negara yang dominan bersama Iran, China, Rusia, Korut dan beberapa negara ASIA Afrika lainnya yang tergabung didalamnya terus menganalasis perkembangan tersebut dan kita harapkan Trump tumbang.

Terkait kondisi domestik AS, kritik terhadap kepemimpinan, termasuk terhadap Donald Trump, kerap muncul dalam konteks politik internal. Namun, klaim bahwa dalam waktu singkat terjadi keruntuhan total ekonomi dan hubungan internasional AS tidak sepenuhnya didukung oleh data yang perlu terverifikasi apakah senat AS sudah melakukan inspheatments kepada Donald Trump. Menarik untuk kita ikuti perkembangannya dalam satu pekan kedepan.

Sementara itu, situasi di Israel dilaporkan tetap berada dalam tekanan akibat ancaman keamanan dari berbagai pihak, termasuk kelompok yang didukung Iran. Namun, tidak ada konfirmasi resmi bahwa negara tersebut berada di ambang kehancuran sebagaimana narasi yang beredar, kecuali gempuran IRGC dari Garda Revolusi Islam Iran terus dilanjutkan dalam satu pekan jeda ini.

Kesimpulan:

Dinamika global saat ini memang menunjukkan pergeseran keseimbangan kekuatan menuju sistem multipolar. Namun, klaim ekstrem mengenai dominasi total satu blok terhadap dunia atau runtuhnya kekuatan tertentu perlu disikapi secara kritis dan berdasarkan fakta yang dapat diverifikasi dan minimal negara-negara tersebut bergabung dengan BRICS.

© Copyright 2022 - gajah putih News.com