Breaking News

Damtruk Menagih,Janji Diuji.PDTGL Datangi Basecamp Perusahaan, Tunggakan Disorot

Gayo Lues. Gajahputihnews || Ketegangan antara pelaku usaha lokal dan pihak perusahaan kembali mengemuka di Gayo Lues. Persatuan Damtruk Gayo Lues (PDTGL) mendatangi basecamp PT Pelita Nusa Perkasa (PNP), Jumat (24/4/2026), untuk menagih pembayaran yang hingga kini belum diselesaikan.Aksi berlangsung tertib tanpa insiden, namun menyimpan kegelisahan yang tak bisa lagi dipendam.

Para sopir dan pengusaha damtruk menyuarakan beban yang mereka tanggung akibat keterlambatan pembayaran.Ketua PDTGL, Sukri, menegaskan bahwa kedatangan mereka bukan untuk menciptakan kericuhan. Kami datang bukan untuk membuat masalah. Kami hanya menuntut hak yang hingga saat ini belum diselesaikan, ujarnya.

Menurutnya, persoalan ini telah berdampak langsung terhadap kehidupan para sopir. Keterlambatan pembayaran bukan sekadar persoalan administratif, melainkan menyangkut keberlangsungan usaha dan kebutuhan rumah tangga.PDTGL juga mempertanyakan komitmen perusahaan dalam melibatkan pelaku usaha lokal. Di tengah pembangunan yang berjalan, mereka menilai partisipasi putra daerah masih sangat terbatas.

Perwakilan PT Pelita Nusa Perkasa,Tarmizi, mengakui adanya tunggakan pembayaran.Masih ada kewajiban yang belum kami selesaikan. Kami pastikan akan segera dituntaskan, katanya.

Meski demikian, pernyataan tersebut belum sepenuhnya meredakan kekhawatiran para pelaku usaha. Hingga kini, belum ada kepastian waktu penyelesaian yang jelas.Terkait pelibatan armada lokal dalam proyek pengaspalan ruas Kedah–Penosan, pihak perusahaan menyebut telah mengakomodasi dua unit damtruk lokal. Namun jumlah tersebut dinilai belum sebanding dengan potensi armada yang tersedia di daerah.

Perusahaan juga menawarkan alternatif pekerjaan berupa pengangkutan material pasir. Tawaran ini dianggap sebagai langkah sementara, namun belum menyentuh inti persoalan yang dihadapi para sopir.Situasi ini menempatkan PT Pelita Nusa Perkasa dalam sorotan publik. Di satu sisi, pengakuan atas kewajiban telah disampaikan. Di sisi lain, realisasi menjadi hal yang dinantikan.

Bagi masyarakat Gayo Lues, persoalan ini tidak sekadar hubungan bisnis, melainkan cerminan kemitraan antara investor dan pelaku usaha lokal. Harapan akan keterlibatan yang adil kini diuji.Penyelesaian tunggakan dan peningkatan partisipasi pelaku usaha lokal menjadi langkah yang dinilai mendesak, guna menjaga kepercayaan dan keberlangsungan pembangunan di daerah.

Reporter : Dir
© Copyright 2022 - gajah putih News.com