Breaking News

Walikota Sabang "Zulkifli H.Adam" Launching Kawasan Ekowisata Penyu :Dari Ie Meulee Untuk Masa Depan Ujung Barat Km Nol Indonesia | GPN NEWS

Dari Ie Meulee untuk Masa Depan: Wali Kota Sabang Resmikan Kawasan Ekowisata Penyu

           MediaGajahPutihNews.Com
                        ( Pulau Weh )
GPN NEWS | SABANG-ACEH —,24 Januari 2026-Komitmen Pemerintah Kota Sabang dalam menjaga kelestarian penyu sisik dan ekosistem pesisir kembali ditegaskan melalui Launching Kawasan Ekowisata Penyu Ie Meulee, yang diresmikan langsung oleh Wali Kota Sabang, Zulkifli H. Adam, di kawasan Pantai Keramat Ie Meulee, Jumat (23/1) sore.

Peresmian ini tidak hanya menjadi seremoni simbolik, tetapi merupakan penanda dimulainya arah kebijakan strategis Pemerintah Kota Sabang dalam membangun kawasan konservasi terpadu berbasis ekologi, edukasi, dan ekonomi berkelanjutan. Kegiatan dirangkai dengan edukasi lingkungan, penandatanganan komitmen bersama, serta pelepasan tukik sebagai simbol nyata keberlanjutan konservasi.
Dalam sambutannya, Wali Kota Sabang, Zulkifli H.Adam, Menegaskan bahwa penyu sisik merupakan satwa laut langka yang keberadaannya semakin terancam dan hanya ditemukan di wilayah tertentu, sehingga membutuhkan perlindungan serius dan berkelanjutan.

“Penyu sisik adalah spesies langka yang wajib kita jaga bersama. Pelestariannya tidak bisa dilakukan secara parsial, tetapi harus melalui kolaborasi antara masyarakat, pemerintah daerah, pemerintah provinsi, hingga pemerintah pusat. Kami mengapresiasi kerja keras kelompok konservasi dan masyarakat Ie Meulee yang selama ini konsisten menjaga habitat penyu,” ujar Zulkifli H. Adam.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Sabang berkomitmen menjaga kawasan habitat penyu dengan pengendalian pembangunan, perlindungan ruang pesisir, serta pemanfaatan anggaran gampong untuk mendukung konservasi lingkungan berbasis masyarakat.

“Ie Meulee akan kita kembangkan sebagai kawasan ekowisata konservasi yang ramah lingkungan — bukan hanya destinasi wisata, tetapi pusat edukasi, riset, dan pelestarian hayati. Termasuk rencana pembangunan penangkaran penyu yang akan diperkuat melalui regulasi Peraturan Wali Kota dan penguatan qanun daerah. Ini adalah investasi ekologis untuk generasi masa depan,” tegasnya.

Sebagai simbol komitmen bersama, kegiatan ini juga dirangkai dengan penandatanganan Deklarasi Ie Meulee oleh Wali Kota Sabang bersama unsur Forkopimda dan para pemangku kepentingan. Deklarasi tersebut menjadi tonggak komitmen kolektif dalam menjaga kelestarian penyu sisik dan ekosistem pesisir Pantai Keramat Ie Meulee.
Momentum bersejarah ini kemudian dilanjutkan dengan pelepasan 82 ekor tukik penyu sisik ke laut, yang dilakukan langsung oleh Wali Kota Sabang bersama Forkopimda dan tamu undangan. Pelepasan tukik juga melibatkan siswa SD Negeri 5 Sabang dan TK Negeri 7 Sabang, sebagai bagian dari pendidikan lingkungan sejak dini, guna menanamkan kesadaran ekologis kepada generasi muda.

Pada kesempatan yang sama, Pendamping Kelompok Masyarakat Penggerak Konservasi (KOMPAK) Konservasi Bahari Ie Meulee, Marzuki, menjelaskan bahwa pelepasan tukik ini merupakan yang pertama kali dilakukan secara resmi di Kota Sabang. Sebanyak 82 ekor tukik dilepas sebagai hasil dari upaya penyelamatan telur penyu yang direlokasi untuk menghindari gangguan di habitat alaminya.

Ia menegaskan bahwa Pantai Keramat Ie Meulee merupakan ekosistem alami penyu sisik, ditandai dengan vegetasi pandan pantai yang berfungsi sebagai pelindung alami sarang penyu dan tidak boleh ditebang.

“Secara ilmiah, penyu akan kembali ke pantai tempat ia menetas sekitar 20–25 tahun kemudian. Artinya, apa yang kita lakukan hari ini adalah investasi ekologis jangka panjang. Jika habitat ini rusak, maka siklus alami itu akan terputus. Karena itu, perlindungan kawasan dan keterlibatan masyarakat adalah kunci utama keberhasilan konservasi,” jelas Marzuki.

Ia juga menambahkan bahwa kelompok konservasi akan terus memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kota Sabang, Pemerintah Aceh, hingga kementerian terkait, termasuk dalam penyediaan penangkaran, pos pantau, patroli kawasan, serta infrastruktur konservasi lainnya, guna menjamin keberlanjutan ekosistem pesisir Ie Meulee.

Launching Ekowisata Penyu Ie Meulee menjadi simbol transformasi arah pembangunan Kota Sabang — dari pembangunan eksploitatif menuju pembangunan berkelanjutan berbasis ekologi, di mana konservasi tidak hanya menjaga alam, tetapi juga membangun masa depan ekonomi masyarakat secara beradab, berkelanjutan, dan bermartabat.

~Pers GPN Sabang News Oleh Kabiro -Eric Karno 
© Copyright 2022 - gajah putih News.com