|"GPNews.com"|2 Januari 2026
Bantuan Pascabencana Banjir untuk Aceh Inisiatif Regional oleh Majlis Perundingan Pertubuhan Islam Malaysia (MAPIM Malaysia) Berkolaborasi dengan Mitra di Aceh
Majlis Perundingan Pertubuhan Islam Malaysia (MAPIM Malaysia) menyatakan keprihatinan yang mendalam dan solidaritas bagi masyarakat Aceh menyusul bencana banjir baru-baru ini yang telah menyebabkan kerusakan luas pada rumah, mata pencaharian, infrastruktur publik, dan layanan esensial.
Banjir ini sekali lagi mengekspos kerentanan masyarakat, terutama rumah tangga di pedesaan, petani, nelayan, perempuan, anak-anak, dan lansia, yang kini menghadapi kesulitan berlipat ganda akibat pengungsian, kehilangan pendapatan, ketahanan pangan, dan risiko kesehatan.
Solidaritas Kemanusiaan Melintasi Batas
MAPIM memandang situasi di Aceh bukan sebagai tragedi yang jauh, melainkan sebagai tanggung jawab kemanusiaan regional bersama. Terikat oleh sejarah, iman, budaya, dan ikatan maritim, Malaysia dan Aceh memiliki kewajiban moral untuk berdiri bersama di saat krisis.
Sebagai tanggapan, MAPIM Malaysia memulai Program Bantuan Pascabencana Banjir untuk Aceh, bekerja sama erat dengan mitra lokal, tokoh masyarakat, dan jaringan kemanusiaan di Aceh.
Cakupan Bantuan
Bantuan akan dilaksanakan dalam beberapa fase, dengan memprioritaskan kebutuhan mendesak sambil meletakkan dasar bagi pemulihan dini dan ketahanan.
Fase Satu: Bantuan Darurat
Distribusi paket makanan dan air bersih.
Kebutuhan dasar rumah tangga dan paket kebersihan (hygiene kits).
Dukungan tempat tinggal sementara bagi keluarga yang terdampak.
Fase Dua: Dukungan Kesehatan dan Psikososial
Bantuan medis dan obat-obatan esensial.
Dukungan untuk perempuan, anak-anak, dan kelompok rentan.
Layanan psikososial berbasis masyarakat.
Fase Dua: Pemulihan Dini dan Dukungan Mata Pencaharian
Bantuan kepada petani, nelayan, dan UMKM yang terdampak.
Penggantian alat dan perlengkapan dasar.
Inisiatif pemulihan berbasis komunitas yang berakar pada martabat dan kemandirian.
Prinsip Panduan
Intervensi MAPIM dipandu oleh prinsip-prinsip yang jelas:
Martabat Manusia yang Utama: Bantuan harus memulihkan martabat, bukan merusaknya.
Solidaritas, Bukan Amal: Masyarakat adalah mitra, bukan penerima pasif.
Transparansi dan Akuntabilitas: Dalam semua operasi kemanusiaan.
Kepemimpinan Lokal: Memastikan relevansi dan keberlanjutan.
Kolaborasi Regional untuk Ketangguhan
Di luar bantuan segera, MAPIM berkomitmen untuk bekerja sama dengan para pemangku kepentingan di Aceh guna memperkuat kesiapsiagaan bencana, ketahanan masyarakat, dan mekanisme pemulihan berkelanjutan, termasuk peningkatan kapasitas dan berbagi pengetahuan regional.
Bencana terkait iklim menjadi semakin sering dan parah. Menanganinya tidak hanya membutuhkan respons darurat, tetapi juga kerja sama regional yang didasarkan pada keadilan, kesiapsiagaan, dan pembangunan yang berpusat pada manusia.
Seruan Dukungan
MAPIM Malaysia menyerukan kepada:
Mitra kemanusiaan dan organisasi masyarakat sipil.
Donatur etis dan lembaga-lembaga terkait.
Masyarakat Malaysia dan regional.
Untuk mendukung inisiatif ini dan berdiri dalam solidaritas bersama rakyat Aceh selama masa kritis ini.
Penutup
Di saat bencana, kemanusiaan diuji bukan oleh kata-kata, melainkan oleh tindakan. MAPIM memilih untuk berdiri bersama Aceh, menegaskan bahwa penderitaan lintas batas adalah keprihatinan bersama, dan bahwa kasih sayang, jika diterjemahkan ke dalam tindakan kolektif, dapat memulihkan harapan dan martabat.
Mohd Azmi Abdul Hamid
Presiden
Majlis Perundingan Pertubuhan Islam Malaysia (MAPIM Malaysia)
2 Januari 2026
Bantuan Pascabencana Banjir untuk Aceh
Inisiatif Regional oleh Majlis Perundingan Pertubuhan Islam Malaysia (MAPIM Malaysia) Berkolaborasi dengan Mitra di Aceh
Majlis Perundingan Pertubuhan Islam Malaysia (MAPIM Malaysia) menyatakan keprihatinan yang mendalam dan solidaritas bagi masyarakat Aceh menyusul bencana banjir baru-baru ini yang telah menyebabkan kerusakan luas pada rumah, mata pencaharian, infrastruktur publik, dan layanan esensial.
Banjir ini sekali lagi mengekspos kerentanan masyarakat, terutama rumah tangga di pedesaan, petani, nelayan, perempuan, anak-anak, dan lansia, yang kini menghadapi kesulitan berlipat ganda akibat pengungsian, kehilangan pendapatan, ketahanan pangan, dan risiko kesehatan.
Solidaritas Kemanusiaan Melintasi Batas
MAPIM memandang situasi di Aceh bukan sebagai tragedi yang jauh, melainkan sebagai tanggung jawab kemanusiaan regional bersama. Terikat oleh sejarah, iman, budaya, dan ikatan maritim, Malaysia dan Aceh memiliki kewajiban moral untuk berdiri bersama di saat krisis.
Sebagai tanggapan, MAPIM Malaysia memulai Program Bantuan Pascabencana Banjir untuk Aceh, bekerja sama erat dengan mitra lokal, tokoh masyarakat, dan jaringan kemanusiaan di Aceh.
Cakupan Bantuan
Bantuan akan dilaksanakan dalam beberapa fase, dengan memprioritaskan kebutuhan mendesak sambil meletakkan dasar bagi pemulihan dini dan ketahanan.
Fase Satu: Bantuan Darurat
Distribusi paket makanan dan air bersih.
Kebutuhan dasar rumah tangga dan paket kebersihan (hygiene kits).
Dukungan tempat tinggal sementara bagi keluarga yang terdampak.
Fase Dua: Dukungan Kesehatan dan Psikososial
Bantuan medis dan obat-obatan esensial.
Dukungan untuk perempuan, anak-anak, dan kelompok rentan.
Layanan psikososial berbasis masyarakat.
Fase Dua: Pemulihan Dini dan Dukungan Mata Pencaharian
Bantuan kepada petani, nelayan, dan UMKM yang terdampak.
Penggantian alat dan perlengkapan dasar.
Inisiatif pemulihan berbasis komunitas yang berakar pada martabat dan kemandirian.
Prinsip Panduan
Intervensi MAPIM dipandu oleh prinsip-prinsip yang jelas:
Martabat Manusia yang Utama: Bantuan harus memulihkan martabat, bukan merusaknya.
Solidaritas, Bukan Amal: Masyarakat adalah mitra, bukan penerima pasif.
Transparansi dan Akuntabilitas: Dalam semua operasi kemanusiaan.
Kepemimpinan Lokal: Memastikan relevansi dan keberlanjutan.
Kolaborasi Regional untuk Ketangguhan
Di luar bantuan segera, MAPIM berkomitmen untuk bekerja sama dengan para pemangku kepentingan di Aceh guna memperkuat kesiapsiagaan bencana, ketahanan masyarakat, dan mekanisme pemulihan berkelanjutan, termasuk peningkatan kapasitas dan berbagi pengetahuan regional.
Bencana terkait iklim menjadi semakin sering dan parah. Menanganinya tidak hanya membutuhkan respons darurat, tetapi juga kerja sama regional yang didasarkan pada keadilan, kesiapsiagaan, dan pembangunan yang berpusat pada manusia.
Seruan Dukungan
MAPIM Malaysia menyerukan kepada:
Mitra kemanusiaan dan organisasi masyarakat sipil.
Donatur etis dan lembaga-lembaga terkait.
Masyarakat Malaysia dan regional.
Untuk mendukung inisiatif ini dan berdiri dalam solidaritas bersama rakyat Aceh selama masa kritis ini.
Penutup
Di saat bencana, kemanusiaan diuji bukan oleh kata-kata, melainkan oleh tindakan. MAPIM memilih untuk berdiri bersama Aceh, menegaskan bahwa penderitaan lintas batas adalah keprihatinan bersama, dan bahwa kasih sayang, jika diterjemahkan ke dalam tindakan kolektif, dapat memulihkan harapan dan martabat.
Mohd Azmi Abdul Hamid
Presiden
Majlis Perundingan Pertubuhan Islam Malaysia (MAPIM Malaysia)

Social Header
Kontributor