Breaking News

339 Hari Kepemimpinan Mualem : Ketika Rakyat Aceh Dihadiahi "Mabit Baroe"Di Tengah Bencana | GPN NEWS

339 Hari Kepemimpinan Mualem: Ketika Rakyat Aceh Dihadiahi “Mabit Baroe” di Tengah Bencana

MediaGajahPutihNews.Com | Wilayah Pulau Weh 
GPN-NEWS | ACEH,20 Januari 2026-Tiga ratus tiga puluh sembilan hari kepemimpinan Mualem semestinya menjadi fase konsolidasi, terutama dalam memperkuat respons negara terhadap bencana yang berulang melanda Aceh. Namun yang mengemuka ke ruang publik justru potret kegelisahan: rakyat masih bergulat dengan dampak bencana, sementara ruang kepemimpinan dipenuhi simbol-simbol yang memancing tanda tanya.

Beredarnya video Mualem melangkah ke pelaminan yang tersebar luas di berbagai grup WhatsApp memang belum pernah dikonfirmasi secara resmi kepada publik. Detail peristiwanya pun tidak sepenuhnya diketahui secara rinci. Namun potongan realitas tersebut cukup membentuk persepsi kolektif: di saat publik menunggu kehadiran negara, yang tampak justru jarak emosional antara pemimpin dan penderitaan rakyatnya.

Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk mengintervensi wilayah privat seseorang. Namun dalam etika kepemimpinan publik, tindakan personal seorang kepala daerah tidak pernah sepenuhnya bebas nilai—terlebih ketika Aceh berada dalam situasi krisis kemanusiaan. Seorang pemimpin tidak hanya diukur dari kebijakan tertulis, tetapi juga dari sensitivitas simbolik dan kehadiran moralnya di saat genting.

Ketika bencana belum tertangani secara optimal, ketika dana darurat tak terserap maksimal, dan ketika korban masih menunggu kepastian, maka setiap gestur elite berubah menjadi cermin. Bukan semata soal pelaminan, tetapi tentang empati, prioritas, dan kesadaran atas amanah kekuasaan.

Aceh tidak kekurangan pemimpin secara administratif. Yang langka hari ini adalah kepemimpinan yang hadir sepenuhnya secara fisik, emosional, dan etis di tengah rakyatnya. Karena itu, evaluasi menyeluruh terhadap arah dan watak kepemimpinan Aceh menjadi keniscayaan. Bukan untuk menghakimi, melainkan untuk memastikan bahwa kekuasaan tetap berpihak pada keselamatan dan martabat rakyat.

Ta peuëh layang ka teuntè wate teungöh na angen, bek sampè Aceh nyoe sabé seutôt lumpo lam teungèut cot uroe.

~Pers GPN Sabang News Oleh Kabiro - Eric Karno 
~Sumber -Fortuna Aceh
© Copyright 2022 - GAJAH PUTIH NEWS.COM