Berita

📰 Berita Terbaru

Cari Berita Ini

Breaking News

Pulihkan Akses Ekonomi Warga Pedalaman, TNI dan Masyarakat Bahu-Membahu Bangun Jembatan Garuda Merah Putih Aih Nege di Putri Betung

GPN | GAYO LUES – Upaya pemulihan infrastruktur pascabencana hidrometeorologi di Kabupaten Gayo Lues terus dilakukan. Kali ini, personel TNI bersama masyarakat melanjutkan pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih Aih Nege di Desa Kungke Jaya, Kecamatan Putri Betung, Rabu (4/11/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan Babinsa Koramil 09/Putri Betung Kodim 0113/Gayo Lues, Sertu Saher Siregar, personel BKO Yonif TP 855/Raksaka Dharma, serta masyarakat setempat yang bergotong royong mempercepat proses pembangunan jembatan.

Pembangunan jembatan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat melalui Presiden Republik Indonesia yang disalurkan melalui TNI Angkatan Darat, khususnya Kodim 0113/Gayo Lues, dalam mendukung pemulihan akses masyarakat di wilayah pedalaman.

Sebelumnya, akses penyeberangan warga terputus akibat derasnya arus sungai yang meluap. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat, terutama warga yang hendak menuju kawasan pertanian dan perkebunan.
Dalam pengerjaan kali ini, personel TNI dan masyarakat memfokuskan pekerjaan pada pemasangan tiang hanger sebanyak 32 pasang dengan jarak masing-masing dua meter. Seluruh proses dilakukan secara bersama-sama dengan mengedepankan semangat gotong royong dan pemanfaatan material lokal berupa batu dan pasir.

Keberadaan jembatan tersebut nantinya diharapkan menjadi akses penyeberangan yang aman dan mempermudah mobilitas masyarakat, sekaligus memperpendek waktu tempuh menuju lahan pertanian dan perkebunan.

Tidak hanya itu, pembangunan jembatan ini juga memiliki arti penting bagi pemulihan ekonomi warga. Dengan terbukanya kembali akses transportasi, masyarakat diharapkan dapat mengangkut hasil pertanian dan perkebunan dengan lebih mudah sehingga aktivitas perekonomian desa kembali bergerak.

Babinsa Koramil 09/Putri Betung, Sertu Saher Siregar, mengatakan pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih Aih Nege merupakan wujud nyata kepedulian negara terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya warga yang berada di kawasan pedalaman.

"Ini adalah bukti nyata keberadaan negara di tengah kesulitan rakyat. Melalui semangat gotong royong antara Babinsa, prajurit Yonif TP 855/Raksaka Dharma, dan masyarakat Desa Kungke Jaya, kita bersama-sama berupaya mengembalikan urat nadi perekonomian warga yang sempat terputus," ujarnya.

Ia berharap, setelah pembangunan jembatan rampung, aktivitas pertanian dan perkebunan masyarakat dapat kembali berjalan lancar serta memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan warga.

Pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih Aih Nege ini sekaligus menjadi gambaran kuatnya sinergi TNI dan masyarakat dalam mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana.

Semangat kebersamaan tersebut diharapkan terus terjaga, sebab bagi masyarakat pedalaman, sebuah jembatan bukan sekadar penghubung dua wilayah, melainkan juga penghubung harapan, mata pencaharian, dan masa depan.

0 Komentar

© Copyright 2022 - gajah putih News.com