Berita

📰 Berita Terbaru

Cari Berita Ini

Breaking News

Tgk. Zainuddin Ubit Soroti Keramaian hingga Larut Malam di Gampong Alue Naga dan Tibang, Minta Pemerintah Segera Bertindak

Tgk. Zainuddin Ubit Soroti Keramaian hingga Larut Malam di Gampong Alue Naga dan Tibang, Minta Pemerintah Segera Bertindak

BANDA ACEH – Mukim Syekh Abdul Rauf sekaligus Ketua Forum Mukim Kota Banda Aceh, Tgk. Zainuddin Ubit, menyampaikan keprihatinannya terhadap aktivitas keramaian yang berlangsung di wilayah Gampong Alue Naga dan Tibang, khususnya pada waktu menjelang dan setelah salat Magrib.

Kita tidak anti pada keramaian dan rekreasi sejauh keramaian tersebut tidak menimbulkan pelanggaran pada hukum dan syari'at itu sendiri, banyak diantara mereka muda mudi yang non muhrim dan apakah layak mereka pertontonkan apalagi di hari (jum'at waktu magrib, 30/10/2026) 

Dalam pernyataannya, Tgk. Zainuddin mengingatkan para keuchik Gampong Alue Naga dan Tibang agar tidak membiarkan aktivitas tersebut berlangsung tanpa pengawasan. Menurutnya, keramaian yang melibatkan orang-orang dari luar gampong perlu mendapat perhatian serius apabila berpotensi menimbulkan aktivitas yang bertentangan dengan nilai-nilai agama dan norma masyarakat setempat.

Ia menilai, aktivitas tersebut telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Terlebih lagi, kegiatan yang berlangsung pada waktu Magrib dinilai tidak sejalan dengan suasana religius yang seharusnya dijaga oleh masyarakat Aceh.

“Kita jangan hanya menyaksikan keramaian tersebut tanpa mengambil tindakan. Apalagi, aktivitas itu berlangsung ketika waktu Magrib, saat umat Islam seharusnya menunaikan ibadah salat. Jangan sampai kita membiarkan hal-hal yang berpotensi mengarah pada kemaksiatan terjadi di lingkungan gampong kita sendiri,” tegasnya. 

Tgk. Zainuddin juga mengingatkan masyarakat dan para pemangku kepentingan agar tidak melupakan peristiwa tsunami Aceh yang menjadi sejarah kelam sekaligus pelajaran besar bagi seluruh masyarakat. Ia mengajak semua pihak untuk menjadikan peristiwa tersebut sebagai pengingat pentingnya menjaga nilai-nilai agama, memperkuat keimanan, serta menjauhi segala bentuk kemungkaran.

Menurutnya, masyarakat dan pemerintah gampong memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga lingkungan agar tetap aman, tertib, dan sesuai dengan nilai-nilai syariat Islam.

“Saya berharap para keuchik segera turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi yang sebenarnya. Jangan menunggu sampai persoalan ini semakin besar dan menimbulkan dampak yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Ia turut meminta Pemerintah Kota Banda Aceh agar memberikan perhatian serius dan mengambil langkah konkret dalam menindaklanjuti persoalan tersebut dengan  Pengawasan yang komprehensif serta dengan melibatkan aparatur gampong dan unsur terkait.

Lebih lanjut Mukim Syekh Abdul Rauf mengataka kebanyakan mereka bukan warga kita, mereka membawa kemaksiatan ke desa kita, mengundang bala dari Allah. Apa pak keusyik sudah lupa dengan tsunami, jangan kita mengundang azab Allah, ungkap nya. 

Mereka itu rata-rata anak-anak yang lahir setelah tsunami dan tidak merasakan daerah tempat kita yang Allah luluh lantakkan karena ulah-ulah perbuatan manusia. Jangan kita melihat saja dengan mereka pertontonkan kemaksiatan itu.  Tolong turun kelapangan sebelum terlambat.

Atau.... 

Lebih baik tutup total daripada mengundang mala pertama murka Allah . 

Cukuplah sudah tsunami yg telah kita rasakan dan kita berdoa untuk tidak terulang lagi. 

Sementara mereka yg dilapangan rata-rata lahir sesudah tsunami. 

Mereka tidak tau bagaimana dahsyat nya tsunami huru hara yg tidak pernah kita lupakan. 

Harap ditindak lanjutkan ... 

Sebagai Mukim Syekh Abdul Rauf, Tgk. Zainuddin menegaskan bahwa dirinya telah berupaya melakukan langkah-langkah pencegahan terhadap aktivitas yang dinilainya sebagai bentuk kemungkaran. Ia berharap upaya tersebut mendapat dukungan dari pemerintah gampong maupun Pemerintah Kota Banda Aceh.

“Saya sudah berupaya menjalankan tanggung jawab untuk mencegah kemungkaran ini. Karena itu, saya mengajak seluruh pihak, terutama pemerintah gampong dan Pemerintah Kota Banda Aceh, agar tidak mengabaikan persoalan ini.”

Mari bersama-sama menjaga marwah gampong, nilai-nilai agama, dan ketertiban masyarakat,” tutup Tgk. Zainuddin Ubit.

0 Komentar

© Copyright 2022 - gajah putih News.com