Berita

📰 Berita Terbaru

Cari Berita Ini

Breaking News

Tanggul Kali Alas di Bambel Jebol, Lahan Petani 4 Desa Terendam, Warga Minta Bupati Bangun Tanggul Baru

GPN | KUTACANE, ACEH TENGGARA — Jebolnya tanggul Kali Alas di Kecamatan Bambel, Kabupaten Aceh Tenggara, menyebabkan aliran air menerjang lahan pertanian dan perkebunan masyarakat di sejumlah desa.

Kondisi tersebut dilaporkan terjadi dalam beberapa hari terakhir dan berdampak terhadap aktivitas petani yang menggantungkan penghasilan dari lahan pertanian di kawasan tersebut.

Berdasarkan pantauan di lokasi dan laporan masyarakat, sedikitnya empat desa terdampak aliran air Kali Alas, yakni Desa Bambel Gabungan, Desa Terutung Seperai, Desa Kute Antara, dan Desa Biak Muli.

Material banjir berupa gelondongan kayu, lumpur, serta sampah terlihat menumpuk di sejumlah titik area perkebunan warga. Kondisi tersebut membuat sebagian lahan sulit kembali diolah dan menghambat aktivitas masyarakat.

Perwakilan warga Bambel, Riko, mengatakan kawasan pertanian tersebut sebelumnya dikenal sebagai salah satu kawasan pertanian yang terawat dan bahkan pernah menjadi contoh hingga tingkat Provinsi Aceh.

“Harapan masyarakat petani sekarang, ternak dan tanaman terdampak musim. Dulu lahan kami contoh paling bersih sampai ke tingkat provinsi, sekarang tertimbun kayu banjir. Aktivitas kami terhambat,” ujar Riko.

Menurut warga, jebolnya tanggul membuat air Kali Alas lebih mudah masuk ke area pertanian dan perkebunan. Selain merusak tanaman, tumpukan kayu dan material banjir juga menyulitkan petani untuk kembali menggarap lahan.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara segera mengambil langkah penanganan, termasuk memperbaiki tanggul yang jebol serta mempertimbangkan pembangunan tanggul baru yang lebih kuat untuk mengantisipasi ancaman banjir berikutnya.

“Kami meminta kepada Bapak Bupati Aceh Tenggara, Bapak M Salim Fahri, agar bisa menangani dan membuat tanggul baru. Agar perkebunan masyarakat bisa aman dari terjangan air Kali Alas,” harap warga.

Warga juga berharap pemerintah segera mengerahkan alat berat untuk membersihkan tumpukan kayu dan material banjir yang berada di lahan masyarakat. Normalisasi aliran sungai dan penguatan tanggul dinilai penting agar persoalan serupa tidak terus berulang, terutama saat memasuki musim hujan.

Hingga berita ini diturunkan, media ini masih berupaya melakukan konfirmasi kepada Bupati Aceh Tenggara M. Salim Fahri, Dinas PUPR Aceh Tenggara, BPBD Aceh Tenggara, serta Camat Bambel terkait kondisi tanggul Kali Alas, penanganan material banjir, dan rencana pembangunan atau penguatan tanggul baru.

Masyarakat berharap penanganan dapat dilakukan secepatnya agar kerusakan lahan dan potensi kerugian petani tidak semakin meluas.

(Redaksi)

0 Komentar

© Copyright 2022 - gajah putih News.com