![]() |
| Kantor Gubernur pemerintahan Aceh Media: Gajahputihnews.com Sabtu, 26 September 2026 Editor: Ali Gondrong |
Serapan Anggaran Bencana Aceh Tembus Rp498,25 Miliar, Enam Kabupaten Belum Bergerak
BANDA ACEH | GPN News — Realisasi penyerapan Anggaran Tambahan Transfer ke Daerah (TKD) Provinsi Aceh Tahun Anggaran 2026 untuk penanganan bencana hidrometeorologi mencapai Rp.498,25 miliar atau 30,16 persen dari total pagu sebesar Rp.1,652 triliun.
Data tersebut merupakan posisi per Jumat, 25 September 2026, dan menunjukkan peningkatan dibandingkan sepekan sebelumnya.
Dalam periode 18 hingga 25 September 2026, realisasi anggaran bertambah sekitar Rp.41,16 miliar, dari sebelumnya Rp457,08 miliar atau 27,67 persen menjadi Rp.498,25 miliar atau 30,16 persen.
Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, mengatakan peningkatan tersebut dipengaruhi oleh percepatan belanja di tingkat kabupaten/kota serta meningkatnya penyerapan pada satuan kerja perangkat Aceh (SKPA).
“Data komparatif ini merupakan bagian dari laporan rutin Pemerintah Aceh kepada Menteri Dalam Negeri,” kata Nurlis Effendi di Banda Aceh, Sabtu (26/9/2026).
Menurut Nurlis, Pemerintah Aceh terus mendorong keterbukaan informasi terkait perkembangan penanganan pascabencana, termasuk penggunaan anggaran.
Ia menyebutkan, transparansi tersebut dilakukan sebagai bagian dari pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan penanganan bencana di Aceh.
Enam Kabupaten Belum Mengalami Pergerakan
Meski secara keseluruhan terjadi peningkatan serapan, Nurlis mengungkapkan masih terdapat enam kabupaten yang belum mengalami perubahan realisasi dalam sepekan terakhir.
Keenam daerah tersebut yakni Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Tenggara, dan Nagan Raya.
Berdasarkan data yang disampaikan, realisasi masing-masing daerah tercatat sebagai berikut:
- Aceh Barat: 24,79 persen
- Aceh Barat Daya: 24,88 persen
- Aceh Jaya: 32,88 persen
- Aceh Selatan: 65,32 persen
- Aceh Tenggara: 20,41 persen
- Nagan Raya: 2,69 persen
Nagan Raya tercatat memiliki persentase realisasi terendah dibandingkan kabupaten/kota lainnya dalam data tersebut.
Delapan Daerah Catat Kenaikan
Sementara itu, dari 14 kabupaten/kota, sebanyak delapan daerah mengalami peningkatan realisasi dalam sepekan terakhir.
Banda Aceh mencatat tambahan nominal terbesar, yakni sekitar Rp.14,28 miliar, sehingga realisasi meningkat menjadi Rp.72,41 miliar atau 41,91 persen.
Adapun Aceh Tamiang mencatat kenaikan persentase terbesar, yakni 18,63 persen. Realisasi di daerah tersebut meningkat dari 27,73 persen menjadi 46,36 persen, dengan tambahan anggaran sekitar Rp.6,86 miliar.
Kenaikan realisasi juga tercatat di Langsa menjadi 29,82 persen, Lhokseumawe 27,59 persen, Sabang 8,94 persen, Aceh Singkil 25,28 persen, Subulussalam 11,01 persen, dan Gayo Lues 57,99 persen.
“Secara gabungan, realisasi 14 kabupaten/kota naik Rp.35,78 miliar atau 4,33 persen dalam sepekan, dari Rp.217,62 miliar atau 26,31 persen menjadi Rp.253,41 miliar atau 30,63 persen dari total pagu Rp.827,26 miliar,” jelas Nurlis.
Realisasi Tingkat Provinsi
Di tingkat Pemerintah Aceh, realisasi anggaran dari total pagu Rp.824,82 miliar juga mengalami peningkatan.
Penyerapan bertambah sekitar Rp.5,38 miliar atau 0,65 persen, dari sebelumnya Rp.239,46 miliar atau 29,03 persen menjadi Rp.244,84 miliar atau 29,68 persen.
Pemerintah Aceh terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan realisasi tersebut guna memastikan anggaran tambahan TKD untuk penanganan bencana dapat direalisasikan sesuai peruntukan dan kebutuhan penanganan pascabencana di daerah.
GPN News

0 Komentar