Berita

📰 Berita Terbaru

Cari Berita Ini

Breaking News

REKAN INDONESIA SUMUT DESAK INVESTIGASI DUGAAN PENGABAIAN PASIEN DI RSUD RANTAUPRAPAT

GPN / MEDAN, 6 September 2026 — Relawan Kesehatan Indonesia (REKAN Indonesia) Provinsi Sumatera Utara mendesak dilakukannya investigasi terhadap dugaan pengabaian pasien di RSUD Rantauprapat yang mencuat melalui video di media sosial pada 3 September 2026.

Dalam video tersebut, terlihat seorang perempuan histeris dan mempertanyakan pelayanan terhadap keluarganya yang disebut berada dalam kondisi sakit dan darurat di rumah sakit tersebut.

Ketua Wilayah REKAN Indonesia Sumatera Utara, Ikoriansyah, meminta pihak terkait tidak hanya melihat persoalan tersebut sebagai polemik di media sosial, tetapi segera melakukan pemeriksaan berdasarkan fakta dan rekam medis.

“Pasien yang datang dalam kondisi gawat darurat tidak boleh dibiarkan tanpa pertolongan. Keselamatan pasien harus menjadi prioritas utama,” tegas Ikoriansyah.

REKAN Indonesia Sumut meminta Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, Dinas Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu, Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu, serta manajemen RSUD Rantauprapat melakukan klarifikasi dan investigasi secara menyeluruh.

Investigasi dinilai perlu mencakup kronologi kedatangan pasien, kondisi pasien saat tiba, tindakan awal yang diberikan, waktu respons petugas, rekam medis, penerapan SOP kegawatdaruratan, serta keterangan keluarga dan petugas.

Ikoriansyah menegaskan pihaknya tidak ingin menghakimi sebelum fakta terungkap. Namun, apabila investigasi membuktikan adanya kelalaian atau pelanggaran, pihak yang bertanggung jawab harus diberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.

Sebaliknya, jika pelayanan telah dilakukan sesuai prosedur, pihak rumah sakit juga diminta memberikan klarifikasi secara terbuka berdasarkan fakta.

REKAN Indonesia Sumut menyampaikan empat tuntutan, yakni investigasi objektif dan transparan, klarifikasi resmi dari manajemen RSUD Rantauprapat, pemberian sanksi apabila terbukti terjadi pelanggaran, serta evaluasi sistem pelayanan kegawatdaruratan.

“Pasien bukan sekadar nomor antrean. Di balik seorang pasien ada kehidupan, keluarga, dan harapan untuk mendapatkan pertolongan,” ujar Ikoriansyah.

REKAN Indonesia Sumut berharap persoalan ini menjadi momentum evaluasi agar pelayanan kegawatdaruratan di rumah sakit semakin cepat, manusiawi, profesional, dan sesuai standar.


(Kang Juna) 

0 Komentar

© Copyright 2022 - gajah putih News.com