GPN | SINGAH MULE, GAYO LUES — Sinergi manunggal TNI dan rakyat kembali terwujud nyata di Kabupaten Gayo Lues. Babinsa Koramil 09/Putri Betung, Serda Muhrim Abdi Sinaga, bersama personel BKO Batalyon TP 855/Raksaka Dharma dan warga setempat bahu-membahu melanjutkan gotong royong pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih Dusun Air Panas di Desa Singah Mule, Kamis (17/09/2026).
Pembangunan jembatan ini merupakan bantuan langsung Pemerintah Pusat melalui Presiden Republik Indonesia yang disalurkan via TNI-AD (Kodim 0113/Gayo Lues) untuk wilayah terdampak bencana alam hidrometeorologi akibat luapan arus sungai. Seluruh peralatan kerja dan material utama didukung penuh oleh pemerintah, sementara material alam seperti pasir dan batu disediakan secara swadaya oleh masyarakat melalui sistem pengerjaan gotong royong penuh. Pada tahap ini, fokus kegiatan diarahkan pada proses melangsir dan mendirikan tiang pylon/tiang tower.
*Manfaat Utama* Pembangunan Jembatan:
Aksesibilitas Terpulihkan: Membuka kembali akses utama aktivitas harian masyarakat Desa Singah Mule yang sempat terputus.
Efisiensi Waktu: Memangkas jarak dan waktu tempuh dari area pemukiman warga menuju lahan perkebunan.
Peningkatan Ekonomi: Mendorong kelancaran distribusi logistik hasil pertanian dan perkebunan warga pascabencana.
"Semangat gotong royong antara prajurit TNI dan masyarakat adalah kunci utama percepatan pembangunan ini. Jembatan ini bukan sekadar bangunan fisik, tetapi urat nadi perekonomian warga yang sempat terputus akibat banjir. Kami berkomitmen untuk terus bekerja bersama masyarakat hingga jembatan ini selesai total dan aman digunakan," ujar Serda Muhrim Abdi Sinaga di lokasi pengerjaan.
0 Komentar