Berita

📰 Berita Terbaru

Cari Berita Ini

Breaking News

Pemko Sabang Dorong Penguatan Pertolongan Gawat Darurat, dr. Edi : Sinergi Lintas OPD Harus Diperkuat | GPN NEWS

BREAKING : GAJAH PUTIH NEWS 

Pemko Sabang Dorong Penguatan Pertolongan Gawat Darurat, dr. Edi: Sinergi Lintas OPD Harus Diperkuat

     MEDIAGAJAHPUTIHNEWS.COM
WILAYAH SABANG (PULAU WEH-ACEH)
        REDAKSIGPN-NEWS-DAERAH 

SABANG — GPN NEWS | Pemerintah Kota Sabang menegaskan komitmennya mendukung penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang kesehatan, khususnya dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan yang membutuhkan respons cepat, tepat dan terukur.
Komitmen tersebut disampaikan melalui kehadiran dr. Edi Suharto, Staf Ahli Bidang Keistimewaan Aceh, Kesejahteraan Rakyat dan Sumber Daya Manusia Sekretariat Daerah Kota Sabang, yang mewakili Wali Kota Sabang H. Zulkifli H. Adam dan Wakil Wali Kota Drs. H. Suradji Junus dalam Workshop Pertolongan Awal Gawat Darurat di Pulau Sabang, Jumat (11/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Kota Sabang tersebut mengusung tema “Better Emergency Care for Safer People, Stronger Tomorrow” dan mempertemukan unsur akademisi, tenaga profesional serta tenaga kesehatan untuk memperkuat kemampuan pertolongan awal pada situasi gawat darurat.
Workshop ini melibatkan unsur Universitas Syiah Kuala (USK), Fakultas Kedokteran USK, organisasi profesi kedokteran serta tenaga kesehatan dari Sabang dan Banda Aceh.

Dari materi kegiatan yang terpampang dalam lokasi acara, workshop tersebut secara khusus diarahkan pada penguatan kompetensi pertolongan awal gawat darurat, sebuah kemampuan yang sangat penting dalam menghadapi kondisi medis yang dapat terjadi kapan saja dan membutuhkan tindakan segera sebelum pasien memperoleh penanganan lanjutan.

dr. Edi: Jangan Berjalan Sendiri
Dalam kesempatan tersebut, dr. Edi menekankan bahwa penguatan pelayanan kesehatan dan kesiapsiagaan kegawatdaruratan tidak dapat dibebankan hanya kepada jajaran kesehatan.
Menurutnya, dibutuhkan dukungan lintas sektor dan sinergi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar berbagai program yang menyentuh kepentingan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan secara optimal.

“Kegiatan seperti ini harus kita dukung bersama. OPD jangan berjalan sendiri-sendiri, tetapi harus saling mendukung sesuai tugas dan fungsi masing-masing,” pesan dr. Edi.

Ia menilai, peningkatan kompetensi dalam pertolongan awal memiliki arti penting bagi Sabang sebagai daerah kepulauan yang memiliki karakteristik geografis tersendiri.

Dalam kondisi tertentu, kata dia, kecepatan memberikan pertolongan pertama dapat menjadi faktor penting sebelum korban mendapatkan pelayanan medis lebih lanjut.

Karena itu, peningkatan pengetahuan dan keterampilan tidak hanya penting bagi tenaga kesehatan, tetapi juga perlu dibangun melalui jejaring kerja sama dan kesiapsiagaan berbagai unsur yang berada di tengah masyarakat.

Kolaborasi Sabang–Banda Aceh
Workshop tersebut sekaligus menjadi ruang pertukaran pengetahuan antara tenaga kesehatan di Kota Sabang dengan unsur akademisi dan tenaga profesional dari Banda Aceh.

Kolaborasi tersebut dinilai strategis dalam memperkuat standar penanganan awal kegawatdaruratan, sekaligus membuka ruang bagi tenaga kesehatan untuk memperbarui wawasan dan keterampilan sesuai perkembangan ilmu kedokteran.

Semangat kolaborasi itu juga sejalan dengan berbagai program Universitas Syiah Kuala dalam meningkatkan kemampuan masyarakat menghadapi kondisi gawat darurat. Pada Agustus 2026, tim Fakultas Keperawatan USK misalnya melaksanakan pelatihan Community First Aid Responder yang membekali peserta dengan kemampuan mengenali kondisi gawat darurat, keselamatan lokasi kejadian, penanganan perdarahan dan syok, Bantuan Hidup Dasar, Resusitasi Jantung Paru, hingga penanganan tersedak. 

Bagi Sabang, penguatan kemampuan tersebut memiliki nilai strategis. Sebagai wilayah kepulauan dan salah satu kawasan tujuan wisata utama Aceh, kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan kondisi darurat merupakan bagian tidak terpisahkan dari upaya membangun rasa aman bagi masyarakat maupun pengunjung.

Dari Kadinkes Kini Menjadi Staf Ahli
Kehadiran dr. Edi Suharto dalam kegiatan tersebut juga tidak terlepas dari latar belakang pengalamannya di sektor kesehatan.

Sebelumnya, dr. Edi dipercaya memimpin Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Sabang. Dalam rotasi jabatan pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kota Sabang pada Agustus 2026, ia kemudian dilantik sebagai Staf Ahli Bidang Keistimewaan Aceh, Kesejahteraan Rakyat dan Sumber Daya Manusia Setda Kota Sabang.

Pengalaman panjang di sektor kesehatan tersebut menjadi modal penting dalam menjalankan fungsi strategisnya sebagai staf ahli, terutama dalam memberikan telaahan dan masukan kepada pimpinan daerah yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan sumber daya manusia.

Karena itu, dukungan terhadap kegiatan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan dinilai bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari upaya memperkuat kualitas pelayanan publik di Kota Sabang.
Workshop Pertolongan Awal Gawat Darurat di Pulau Sabang pun diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan pelatihan semata, tetapi dapat melahirkan jejaring, kesiapsiagaan dan budaya respons cepat ketika masyarakat berhadapan dengan situasi kegawatdaruratan.

“Kita ingin kegiatan seperti ini memberikan manfaat nyata. Kompetensi meningkat, koordinasi semakin kuat, dan pada akhirnya masyarakat mendapatkan pelayanan yang lebih baik,” demikian pesan yang ditekankan dr. Edi.

Dengan dukungan pemerintah daerah, akademisi, organisasi profesi dan tenaga kesehatan, penguatan sistem pertolongan awal di Sabang diharapkan menjadi salah satu fondasi menuju pelayanan kesehatan yang semakin responsif, profesional dan berorientasi pada keselamatan masyarakat.

(Reporter/Pers Media Gajah Putih News Wilayah Sabang : MJ Eric Karno)

0 Komentar

© Copyright 2022 - gajah putih News.com