GPN | GAYO LUES — Mahasiswa PSDKU Universitas Syiah Kuala (USK) Gayo Lues menyuarakan sejumlah persoalan yang dinilai perlu mendapat perhatian serius, mulai dari keterbatasan fasilitas pendukung pembelajaran, minimnya aktivitas kemahasiswaan, kondisi lingkungan kampus, hingga pemanfaatan sejumlah bangunan yang dinilai belum optimal.
Hal tersebut disampaikan Rizky Purnama Putra, Ketua Himpunan Mahasiswa Rimbawan. Namun, Rizky menegaskan bahwa kali ini dirinya berbicara bukan semata-mata membawa jabatan sebagai ketua organisasi, melainkan sebagai mahasiswa PSDKU USK Gayo Lues yang ingin melihat kampusnya berkembang.
“Di hari ini saya bersuara bukan menjunjung jabatan sebagai ketua, tetapi saya bersuara sebagai mahasiswa PSDKU USK Gayo Lues,” ujar Rizky.
Menurutnya, PSDKU USK Gayo Lues merupakan bagian dari Universitas Syiah Kuala yang memiliki identitas dan almamater yang sama dengan USK pusat. Karena itu, menurut Rizky, identitas tersebut seharusnya tidak hanya terlihat dari almamater hijau yang dikenakan mahasiswa, tetapi juga dapat dirasakan melalui atmosfer kehidupan kampus.
Ia menilai mahasiswa membutuhkan lingkungan yang mampu memberikan pengalaman sebagai mahasiswa secara utuh, bukan sekadar datang ke kampus untuk mengikuti perkuliahan lalu pulang.
“Kami ingin merasakan suasana menjadi mahasiswa USK. Kami ingin memiliki ruang untuk belajar, berdiskusi, berorganisasi, berkegiatan, berkarya, dan membangun prestasi,” katanya.
Fasilitas Pembelajaran Masih Terbatas
Rizky menyoroti keterbatasan sejumlah fasilitas pendukung pembelajaran di PSDKU USK Gayo Lues. Menurutnya, proses pendidikan tidak hanya membutuhkan tenaga pengajar dan ruang perkuliahan, tetapi juga fasilitas yang mampu menunjang kegiatan akademik maupun pengembangan mahasiswa.
“Kampus seharusnya tidak hanya menjadi tempat mahasiswa datang untuk mengikuti perkuliahan, tetapi juga menjadi ruang untuk berdiskusi, berorganisasi, berkarya, melakukan kegiatan akademik, serta mengembangkan potensi diri,” ujarnya.
Selain fasilitas pembelajaran, ia juga menyoroti keberadaan sejumlah bangunan yang dinilai belum dimanfaatkan secara optimal. Bahkan, menurutnya, terdapat bangunan yang terlihat kurang terawat.
Padahal, kata Rizky, fasilitas tersebut apabila dimanfaatkan dan dirawat dengan baik dapat menjadi ruang organisasi mahasiswa, ruang diskusi, kegiatan akademik, kreativitas mahasiswa maupun berbagai kegiatan kemahasiswaan lainnya.
Lingkungan Kampus Perlu Mendapat Perhatian
Persoalan lain yang disoroti adalah kondisi kebersihan dan lingkungan kampus.
Rizky menyebut masih terdapat sejumlah kawasan yang terlihat kurang terawat, seperti semak belukar yang cukup lebat hingga kotoran sapi di sekitar lingkungan kampus.
Menurutnya, kondisi tersebut dapat memberikan kesan bahwa kawasan kampus kurang mendapatkan perhatian.
“Kampus yang seharusnya menjadi tempat pendidikan, pengembangan intelektual, dan pusat aktivitas mahasiswa justru dapat terlihat seperti kawasan yang ditinggalkan,” katanya.
Ia berharap kondisi tersebut tidak dibiarkan berlarut-larut karena lingkungan kampus yang bersih, aktif dan tertata menurutnya merupakan bagian penting dalam membangun kenyamanan sekaligus kebanggaan mahasiswa.
Perlu Meningkatkan Daya Tarik PSDKU
Rizky juga menilai PSDKU USK Gayo Lues perlu memiliki nilai jual dan keunggulan yang lebih kuat dalam menarik minat calon mahasiswa baru.
Menurutnya, fasilitas yang memadai, lingkungan kampus yang aktif, kegiatan mahasiswa yang hidup, serta keunggulan akademik maupun nonakademik dapat menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya tarik kampus.
Ia optimistis hal tersebut masih sangat mungkin dilakukan.
Rizky mengingat kembali masa ketika PSDKU USK Gayo Lues pernah memiliki minat mahasiswa baru yang cukup tinggi.
“Kenapa saya berani mengatakan bahwa PSDKU USK Gayo Lues masih bisa berkembang? Karena sebelum menjadi seperti sekarang, kampus ini pernah mengalami masa di mana banyak mahasiswa baru yang ingin berkuliah di sini.
Bahkan sempat menyentuh sekitar 40 mahasiswa dalam satu angkatan di satu program studi,” ungkapnya.
Pengalaman tersebut, menurut Rizky, menjadi bukti bahwa perubahan bukan sesuatu yang mustahil.
“Karena itu saya sangat yakin bahwasanya perubahan itu bukan hal yang mustahil,” tegasnya.
Jangan Hanya Menjadi Penonton
Rizky berharap berbagai pihak yang memiliki kewenangan dan kepedulian terhadap perkembangan PSDKU USK Gayo Lues dapat bersama-sama mencari solusi.
Ia menegaskan bahwa kritik yang disampaikan bukan bertujuan untuk menjatuhkan pihak tertentu, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan kampus dan mahasiswa.
“Kami ingin PSDKU USK Gayo Lues memiliki identitas yang kuat dan mampu menjadi tempat yang membanggakan bagi mahasiswa maupun masyarakat Gayo Lues,” katanya.
Menurutnya, PSDKU USK Gayo Lues memiliki potensi besar untuk berkembang. Namun, potensi tersebut membutuhkan perhatian, perawatan, dukungan dan kerja bersama dari berbagai pihak terkait.
“Ayo sama-sama kita majukan kampus PSDKU USK Gayo Lues ini. Jangan hanya menonton di bangku penonton. Jalan di depan kami, tuntun kami ke jalan perubahan itu. PSDKU butuh kita, orang-orang yang peduli,” pungkas Rizky.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi dorongan agar persoalan fasilitas, lingkungan, aktivitas kemahasiswaan dan pengembangan kampus tidak hanya menjadi bahan pembicaraan, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui langkah nyata dan terukur.
0 Komentar