![]() |
Gajahputihnews.com Editor: Junaidi Ulka Oleh: Prof Dr. Teuku Muhammad Jamil, M.Si |
Estafet Kepemimpinan ICMI Aceh: Prof. Dr. Teuku Muhammad Jamil, M.Si. Ucapkan Selamat kepada Prof. Mujiburrahman
BANDA ACEH — Momentum pergantian kepemimpinan Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah Aceh mendapat sambutan hangat dari berbagai kalangan akademisi. Prof. Dr. Teuku Muhammad Jamil, M.Si., Guru Besar sekaligus pengajar pada Sekolah Pascasarjana (SPs) Universitas Syiah Kuala (USK), secara resmi menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas terpilihnya Prof. Dr. Mujiburrahman, M.Ag. sebagai Ketua Umum ICMI Aceh Periode 2026–2031.
Terpilihnya Prof. Dr. Mujiburrahman memicu optimisme dan semangat kolaborasi yang kuat bagi masa depan dunia pemikiran dan sosial di Serambi Mekah. Dalam pernyataannya, Prof. Teuku Muhammad Jamil menaruh harapan besar agar kepengurusan yang baru mampu mengemban amanah dengan baik.
ICMI Aceh di bawah nakhoda baru diharapkan terus melahirkan gagasan-gagasan cerdas yang solutif, memperkuat eksistensi kaum intelek, serta memberikan kontribusi yang konkret demi kemajuan umat dan mewujudkan Aceh yang bermartabat.
Tantangan zaman yang semakin kompleks menuntut kepengurusan baru untuk lebih responsif dalam menelurkan ide-ide segar.
Bagi Prof. Teuku Muhammad Jamil, penguatan peran cendekiawan muslim tidak boleh sekadar menjadi jargon, melainkan harus bertransformasi menjadi kerja nyata yang menyentuh persoalan di tengah masyarakat.
Selain menyambut ketua baru, Prof. Teuku Muhammad Jamil juga menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Dr. Taqwaddin, S.H., M.H. beserta seluruh jajaran kabinet kepengurusan Periode 2021–2026.
Menurutnya, kerja keras, dedikasi, dan pengabdian tanpa pamrih yang telah ditunjukkan selama lima tahun terakhir telah meletakkan fondasi organisasi yang kokoh serta menjaga marwah organisasi tetap berwibawa. Warisan kepemimpinan yang berharga ini dinilai patut diapresiasi oleh seluruh keluarga besar ICMI.
Dalam sebuah refleksi mendalam mengenai keberlanjutan organisasi ini, Prof. Teuku Muhammad Jamil menegaskan sebuah filosofi penting. “Nakhoda boleh berganti, tetapi kapal besar ICMI harus terus berlayar dengan ilmu, integritas, dan pengabdian,” ujarnya.
Ungkapan ini menjadi pengingat bahwa tujuan luhur gerakan intelektual melampaui figuritas, dan harus tetap bertumpu pada nilai-nilai dasar intelektualitas serta moralitas.
Melalui estafet kepemimpinan yang berjalan dengan khidmat ini, Prof. Teuku Muhammad Jamil mengajak seluruh elemen untuk merapatkan barisan mendukung kepengurusan baru agar ICMI Aceh tampil sebagai lembaga yang semakin maju dan membawa kemanfaatan yang luas.
“Selamat mengemban amanah, selamat bekerja, dan selamat mengabdi kepada Prof. Mujiburrahman beserta jajaran kabinetnya. Di tangan andalah layar perahu besar ICMI Aceh kini dikembangkan untuk berlayar lebih jauh demi kemajuan peradaban. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan bimbingan, kekuatan, dan meridai setiap langkah perjuangan dalam memajukan daerah dan umat,” pungkasnya.

0 Komentar