Berita

📰 Berita Terbaru

Cari Berita Ini

Breaking News

DUA PENGHARGAAN BUPATI GAYO LUES: PRESTASI YANG PERLU DIUJI DENGAN REALITAS DAN DATA

GPN / GAYO LUES — Bupati Gayo Lues Suhaidi, S.Pd., M.Si. baru-baru ini menerima dua penghargaan, yakni Bakti Koperasi Nayaka Mahambara pada Koperasi Awards 2026 dari Kementerian Koperasi serta Pemimpin Daerah Awards 2026 kategori Pembangunan Ekonomi Daerah dari iNews Media Group. 

Dua penghargaan tersebut tentu merupakan capaian yang patut diapresiasi. Namun, penghargaan terhadap seorang kepala daerah juga layak ditempatkan dalam ruang evaluasi publik.

Bagi kami, persoalannya bukan apakah penghargaan tersebut layak diberikan atau tidak. Persoalan yang lebih penting adalah sejauh mana capaian yang menjadi dasar penghargaan tersebut benar-benar dapat dibuktikan melalui data dan dirasakan oleh masyarakat Gayo Lues.

Penghargaan Pemimpin Daerah Awards 2026 kategori Pembangunan Ekonomi Daerah, misalnya, diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Gayo Lues atas inovasi pengembangan budidaya kopi sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Pemerintah menyebut program yang awalnya menargetkan pengembangan 2.500 hektare dalam lima tahun telah mencapai 3.800 hektare dalam dua tahun. 

Capaian tersebut tentu menarik untuk diapresiasi. Namun, luas lahan bukan satu-satunya ukuran keberhasilan pembangunan ekonomi.

Pertanyaan berikutnya harus diarahkan kepada dampaknya.

Berapa peningkatan pendapatan petani?

Berapa jumlah masyarakat yang benar-benar menerima manfaat?

Berapa peningkatan nilai produksi dan nilai tambah komoditas?

Bagaimana akses pasar masyarakat?

Dan yang paling penting:

> Seberapa besar capaian tersebut memberikan kontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Gayo Lues?



JANGAN BERHENTI PADA ANGKA DAN PENGHARGAAN

Kami memandang bahwa pembangunan ekonomi tidak cukup hanya dibuktikan melalui jumlah hektare lahan yang dikembangkan ataupun penghargaan yang diterima pemerintah.

Keberhasilan pembangunan harus dapat dilihat dari perubahan kehidupan masyarakat.

Apabila program pengembangan kopi disebut sebagai salah satu dasar penghargaan pembangunan ekonomi daerah, maka publik berhak mendapatkan gambaran yang lebih lengkap mengenai output, outcome, dan dampak program tersebut.

Sebab, bertambahnya luas lahan belum otomatis berarti bertambahnya kesejahteraan.

Produksi yang meningkat juga belum otomatis berarti pendapatan petani meningkat.

Begitu pula peningkatan aktivitas ekonomi belum otomatis berarti PAD meningkat.

Di sinilah pentingnya transparansi data.

LALU DI MANA POSISI GRETEK?

Pertanyaan yang sama perlu diarahkan kepada program unggulan pemerintah daerah, termasuk GRETEK.

Program tersebut perlu diukur berdasarkan dampak yang konkret, bukan hanya berdasarkan pelaksanaan kegiatan.

Kami ingin mengetahui:

Apa target GRETEK yang telah terealisasi?

Berapa masyarakat yang telah memperoleh manfaat?

Apa peningkatan pendapatan masyarakat setelah program berjalan?

Apa dampaknya terhadap komoditas unggulan daerah?

Berapa kontribusinya terhadap PAD?

Apa indikator keberhasilan yang digunakan pemerintah?


Jika pemerintah menyatakan suatu program berhasil, maka data harus menjadi alat pembuktian utama.

PENGHARGAAN DAN REALITAS MASYARAKAT

Kami juga tidak menutup mata bahwa Kabupaten Gayo Lues masih menghadapi berbagai tantangan pembangunan, termasuk pemulihan pascabencana, penguatan infrastruktur, peningkatan ekonomi masyarakat, pengelolaan potensi daerah, serta optimalisasi komoditas lokal.

Karena itu, penghargaan tidak boleh diposisikan sebagai akhir dari evaluasi.

Justru sebaliknya, penghargaan harus menjadi awal dari pertanyaan yang lebih serius: apakah capaian yang mendapatkan pengakuan tersebut sudah sejalan dengan kebutuhan dan realitas masyarakat?

Kami tidak mengatakan bahwa penghargaan tersebut keliru. Kami juga tidak menuduh adanya kesalahan dalam proses pemberian penghargaan.

Kami meminta pemerintah membuka ruang pembuktian.

LIMA PERTANYAAN UNTUK PEMERINTAH KABUPATEN GAYO LUES

1. Apa indikator dan data yang menjadi dasar pemberian penghargaan Pembangunan Ekonomi Daerah kepada Kabupaten Gayo Lues?

2. Dari capaian pengembangan kopi hingga 3.800 hektare, berapa peningkatan pendapatan petani dan berapa jumlah masyarakat yang telah menerima manfaat secara langsung?

3. Sejauh mana program pembangunan ekonomi daerah telah memberikan kontribusi terhadap peningkatan PAD Gayo Lues?

4. Bagaimana pemerintah mengukur keberhasilan GRETEK secara konkret, khususnya dari sisi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penguatan ekonomi daerah?

5. Apakah pemerintah bersedia membuka data dan menghadirkan ruang dialog bersama mahasiswa serta masyarakat untuk mengevaluasi capaian program dan penghargaan tersebut?

MAHASISWA MEMINTA DATA, BUKAN SEKADAR NARASI

Kami menegaskan bahwa sikap kritis ini bukan bentuk penolakan terhadap pemerintah maupun penghargaan yang telah diterima.

Kami justru ingin agar penghargaan tersebut memiliki makna yang lebih besar bagi masyarakat.

Jika memang berhasil, tunjukkan datanya.
Jika memang berdampak, tunjukkan hasilnya.
Jika memang meningkatkan ekonomi, tunjukkan perubahan pendapatan masyarakat.
Jika memang berkontribusi terhadap PAD, tunjukkan angkanya.

Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menerima narasi keberhasilan, tetapi dapat melihat dan menilai keberhasilan tersebut berdasarkan data yang terbuka.

Kami percaya bahwa penghargaan adalah bentuk pengakuan, tetapi kesejahteraan masyarakat adalah pembuktian.

Pemerintah daerah tidak perlu takut terhadap pertanyaan publik. Sebab, kritik yang berbasis data bukanlah ancaman bagi pemerintah, melainkan bagian dari kontrol sosial dan upaya bersama untuk memperbaiki pembangunan daerah.

BEM PSDKU USK GAYO LUES

Mengawal Kebijakan. Menguji Data. Menjaga Kepentingan Masyarakat.

1 Komentar

  1. Lahan nya dimana ya, saya pengen foto dilahan yang 3.800 ha

    BalasHapus

© Copyright 2022 - gajah putih News.com